Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas Apresiasi USK Kirim Mahasiswa ke Wilayah Pascabencana Pintu Rime Gayo

Banda Aceh – detikperistiwa.co.id

Di tengah duka dan luka yang masih membekas akibat bencana banjir di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Aceh, Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menegaskan perannya sebagai institusi akademik yang tidak hanya melahirkan insan cendekia, tetapi juga membentuk nurani kemanusiaan.

Pengiriman mahasiswa USK ke wilayah pascabencana bukan sekadar agenda pengabdian, melainkan perwujudan nyata tanggung jawab moral dunia akademik terhadap realitas sosial yang dihadapi masyarakat. Para mahasiswa hadir bukan sebagai penonton penderitaan, melainkan sebagai sahabat kemanusiaan—mendengar, membantu, dan membersamai warga yang sedang diuji oleh keadaan.

Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah Universitas Syiah Kuala yang dinilainya mencerminkan wajah perguruan tinggi modern: berpikir global, namun tetap berpijak kuat pada nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat terdampak bencana adalah bukti bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kelas. Ilmu turun ke lapangan, menyentuh realitas, dan menjadi cahaya pengharapan di saat masyarakat berada dalam fase paling sunyi dan rapuh.

Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam misi kemanusiaan merupakan investasi nilai jangka panjang bagi bangsa. Mahasiswa tidak hanya dilatih berpikir kritis dan analitis, tetapi juga diasah kepekaan batin, empati sosial, serta tanggung jawab moral—fondasi utama bagi lahirnya pemimpin masa depan yang berintegritas.

Lebih jauh, Arizal Mahdi menekankan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan elemen kemanusiaan adalah model kolaborasi ideal dalam menghadapi krisis. Di tengah dunia yang kerap terfragmentasi oleh kepentingan dan polarisasi, kehadiran mahasiswa sebagai duta empati menjadi pesan kuat bahwa solidaritas sosial masih hidup dan relevan.

Di Kecamatan Pintu Rime Gayo, para mahasiswa USK terlibat dalam berbagai aktivitas pemulihan pascabencana, mulai dari pendampingan masyarakat, penguatan akses kebutuhan dasar, hingga dukungan psikososial bagi anak-anak dan keluarga terdampak. Kehadiran mereka disambut dengan harapan dan rasa syukur oleh warga yang selama berhari-hari bergulat dengan kehilangan dan ketidakpastian.

Langkah Universitas Syiah Kuala ini sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam membangun peradaban yang berkeadilan—peradaban yang menempatkan ilmu, empati, dan pengabdian sebagai satu kesatuan yang utuh dan bermakna.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan kompleksitas tantangan kemanusiaan, apa yang dilakukan USK menjadi pengingat bahwa universitas sejati bukan hanya pusat keunggulan akademik, tetapi juga penjaga nilai-nilai kemanusiaan universal.

Detik Peristiwa