Jakarta – detikperistiwa.co.id
Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, dengan tegas mengecam pernyataan kontroversial Irma Suryani Chaniago, politisi Partai NasDem sekaligus Anggota Komisi IX DPR RI, yang menyebut Rasulullah Muhammad SAW sebagai manusia yang tidak sempurna.
Pernyataan ini menuai kecaman luas karena dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap ajaran Islam dan berpotensi menimbulkan keresahan di kalangan umat Muslim Indonesia.
Arizal Mahdi: Pernyataan yang Tidak Bertanggung Jawab
Dalam pernyataan resminya, Arizal Mahdi menilai ucapan Irma Suryani Chaniago sebagai kesalahan fatal yang mencederai akidah Islam serta melukai perasaan umat Muslim.
> “Sebagai Muslim, kita meyakini bahwa Rasulullah SAW adalah manusia paling mulia, maksum, dan menjadi suri teladan bagi seluruh umat. Pernyataan yang meragukan kesempurnaan beliau adalah tindakan tidak bertanggung jawab serta melukai keyakinan umat Islam,” tegasnya.
Sebagai pejabat publik, Irma Suryani Chaniago seharusnya lebih berhati-hati dalam berbicara, terutama mengenai aspek fundamental dalam ajaran Islam.
> “Seorang anggota DPR RI harus memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai agama yang dianut mayoritas rakyat Indonesia. Jangan sampai pernyataan yang tidak dipikirkan matang justru menimbulkan kegaduhan,” lanjut Arizal.
Tuntutan Permintaan Maaf Secara Terbuka
Lebih lanjut, Arizal Mahdi mendesak Irma Suryani Chaniago untuk segera mengklarifikasi ucapannya serta meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam.
> “Kami menuntut yang bersangkutan bertanggung jawab atas pernyataannya. Ini bukan sekadar isu politik, tetapi persoalan akidah yang tidak bisa ditoleransi,” ujar Arizal.
Reaksi keras juga datang dari berbagai organisasi Islam, ulama, dan tokoh masyarakat, yang menilai bahwa pernyataan tersebut mencerminkan ketidaktahuan terhadap ajaran Islam dan berpotensi menimbulkan konflik sosial.
Sejumlah pihak juga menuntut Partai NasDem untuk mengambil langkah tegas terhadap kadernya.
> “Kami menunggu sikap resmi dari Partai NasDem. Jika tidak ada sanksi yang jelas terhadap kader yang telah menyinggung keyakinan umat Islam, maka ini akan menjadi preseden buruk yang merusak kepercayaan publik terhadap partai politik,” ungkap seorang tokoh agama.
Mengimbau Pejabat Publik untuk Lebih Bijak dalam Bertutur Kata
Dalam situasi bangsa yang tengah diuji dengan berbagai dinamika politik dan sosial, Arizal Mahdi mengingatkan pejabat publik agar lebih bijaksana dalam berbicara.
> “Sebagai figur publik, setiap pernyataan harus mencerminkan kebijaksanaan, bukan malah menimbulkan kegaduhan. Jangan sampai pernyataan yang tidak bertanggung jawab merusak keharmonisan bangsa ini,” tegasnya.
Publik Menanti Sikap Irma Suryani Chaniago
Hingga berita ini diterbitkan, Irma Suryani Chaniago belum memberikan klarifikasi resmi terkait pernyataannya yang menuai kecaman luas. Publik kini menunggu responsnya—apakah akan meminta maaf atau tetap mempertahankan pernyataan kontroversialnya.
Analisis dan Dampak Pernyataan Irma Suryani Chaniago
1. Dampak Sosial – Pernyataan ini telah memicu kecaman luas dari berbagai kalangan, terutama umat Islam yang merasa keyakinan mereka dilecehkan.
2. Dampak Politik – Publik menunggu sikap Partai NasDem terhadap kadernya, yang dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap partai tersebut.
3. Dampak Hukum – Jika dinilai sebagai ujaran kebencian atau penistaan agama, kasus ini berpotensi berlanjut ke ranah hukum.
Kesimpulan: Ujian Bagi Kebijakan Publik dan Etika Politik
Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh pejabat publik dan tokoh politik untuk lebih bijak dalam bertutur kata. Keseimbangan antara kebebasan berbicara dan penghormatan terhadap nilai-nilai agama harus tetap dijaga demi keutuhan bangsa.
Detik Peristiwa


