KKN Relawan Teknik Industri Unimal Bantu Pelayanan Posyandu Pasca Bencana Banjir

Aceh – detikperistiwa.co.id

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Relawan Teknik Industri Universitas Malikussaleh (Unimal) memberikan perhatian khusus pada sektor kesehatan masyarakat pasca-bencana. Para mahasiswa terjun langsung membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu bagi balita di Desa
Matang Keutapang, Kecamatan Langkahan, Kabupatan Aceh Utara guna memastikan
pemantauan kesehatan tetap berjalan optimal pada Rabu, 28 Januari 2026.

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi terhadap potensi penurunan status gizi dan serangan penyakit yang rentan menyerang anak-anak yang rentan setelah pemukiman terendam air dalam waktu yang cukup lama.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa Teknik Industri tidak hanya membantu secara teknis operasional, tetapi juga menerapkan keahlian manajemen data untuk membantu kader
Posyandu setempat.
“Kami membantu mempercepat proses antrean dan melakukan digitalisasi pendataan hasil penimbangan serta pengukuran tinggi badan balita. Tujuannya agar data kesehatan warga
terdampak banjir lebih terorganisir dan mudah dipantau oleh puskesmas,” ujar Nayla Fathiya
Anggota KKN Relawan Kelompok 5 Teknik Industri Universitas Malikussaleh.

Selain pendataan, tim mahasiswa turut membantu dalam Pendistribusi PMT (Pemberian
Makanan Tambahan) untuk memastikan asupan gizi tambahan tersalurkan kepada balita yang
sempat mengalami kendala akses pangan saat banjir.

Kader Posyandu Khairunisa, mengapresiasi bantuan dari para mahasiswa. Menurutnya, tenaga tambahan dari mahasiswa sangat dibutuhkan mengingat jumlah warga yang datang ke Posyandu meningkat pasca-banjir karena kekhawatiran akan kesehatan anak. “Kehadiran mahasiswa Unimal membuat pelayanan jadi lebih cepat dan tertib. Mereka juga
sangat cekatan dalam membantu ibu-ibu yang membawa balita di tengah kondisi lingkungan
yang masih tahap pemulihan pasca bencana,” kata Khairunnisa.

Aksi nyata ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Malikussaleh dalam mengirimkan
relawan-relawan yang tanggap terhadap kondisi sosial, sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa teknik juga mampu berkontribusi besar dalam aspek kesehatan dan kemanusiaan.

(Y)