Lampu Jalan Banyak Padam, DLHK Aceh Tengah Targetkan Takengon Terang Sebelum Lebaran

Aceh Tengah-Detikperistiwa.co.id

Kondisi penerangan lampu jalan di sejumlah ruas jalan menuju Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat karena banyak padam dan rusak, akhirnya mendapat tanggapan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Tengah.

Kepala DLHK Aceh Tengah, Sukirman Arsyad, mengatakan pihaknya menyadari masih banyak titik lampu jalan yang belum berfungsi secara maksimal. Hal tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari keterbatasan bola lampu hingga minimnya anggaran pemeliharaan.

Menurut Sukirman, pada tahun anggaran 2025 lalu sebenarnya telah dilakukan pengadaan lampu jalan melalui program Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA). Pengadaan tersebut difokuskan pada beberapa jalur utama di kawasan Kota Takengon.

“Untuk lampu jalan, ini memang menjadi perhatian kami. Di tahun anggaran 2025 melalui DOKA sudah ada pengadaan lampu jalan di beberapa titik, seperti dari Simpang Lima menuju jalan depan Pendopo Bupati, kemudian dari Paya Tumpi menuju Kota Takengon, serta sepanjang jalan dari depan Polres Aceh Tengah menuju Tansaril. Alhamdulillah untuk wilayah tersebut bola lampunya saat ini relatif mencukupi,” ujar Sukirman kepada investigatornews.id, Jumat (13/03/2026).

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa ruas jalan yang belum sepenuhnya terpasang lampu karena keterbatasan jumlah bola lampu yang tersedia.

Beberapa ruas yang masih mengalami kekurangan lampu di antaranya dari Terminal menuju Jalur II Paya Tumpi serta dari Simpang Lukup Badak menuju kawasan Pegasing.

“Lampu di beberapa titik memang belum seluruhnya terpasang karena jumlah lampu yang tersedia belum mencukupi. Meski demikian, kita akan upayakan secepatnya agar bisa dipasang secara bertahap,” katanya.

Berdasarkan data DLHK Aceh Tengah, jumlah tiang lampu jalan di beberapa jalur utama cukup signifikan. Dari Simpang Lima menuju Paya Tumpi tercatat sekitar 125 tiang lampu, dengan masing-masing tiang memiliki dua bola lampu.

Kemudian di jalur dari Polres Aceh Tengah menuju Tansaril terdapat sekitar 78 tiang lampu, yang juga dilengkapi dua bola lampu di setiap tiang.

Sementara pada jalur Simpang Paya Ilang menuju Paya Tumpi, terdapat sekitar 100 tiang lampu, serta pada jalur Simpang Lukup Badak menuju Pegasing terdapat sekitar 80 tiang lampu jalan.

Sukirman menjelaskan, kerusakan lampu jalan yang terjadi di beberapa titik juga disebabkan oleh berbagai faktor teknis dan alam.

“Faktor utamanya biasanya karena usia lampu yang sudah lama, kemudian pengaruh cuaca dan kondisi lingkungan. Misalnya di jalur dua yang sering terkena banjir, kabel bisa basah sehingga mempengaruhi jaringan listrik. Selain itu juga ada kasus rembesan air yang masuk ke dalam bola lampu,” jelasnya.

Selain faktor teknis, keterbatasan anggaran pemeliharaan juga menjadi kendala dalam melakukan perawatan secara maksimal.

“Untuk perawatan sebenarnya ada, tetapi masih dalam skala kecil dan belum maksimal karena keterbatasan anggaran yang dimiliki dinas,” ungkap Sukirman.

Meski demikian, pihak DLHK Aceh Tengah menyatakan tetap berupaya mencari solusi agar penerangan jalan di Kota Takengon dapat kembali normal. Salah satunya dengan melakukan lobi anggaran ke Pemerintah Aceh melalui program Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

DLHK juga berencana mengembangkan model lampu jalan dengan teknologi LED terbaru di beberapa wilayah yang saat ini belum memiliki penerangan, termasuk di jalur Simpang Paya Tumpi menuju Mendale.

Selain itu, pengadaan lampu jalan tenaga surya juga telah dilakukan secara terbatas di beberapa kampung, salah satunya di kawasan Bebesen.

“Kita juga sudah memasang lampu tenaga surya di beberapa kampung, walaupun belum menyeluruh karena keterbatasan anggaran,” tambahnya.

Sukirman berharap dukungan pemerintah daerah maupun Pemerintah Aceh dapat membantu mempercepat pemenuhan fasilitas penerangan jalan di kawasan Kota Takengon dan sekitarnya.

Ia juga menargetkan kondisi penerangan jalan di pusat kota dapat kembali normal dalam waktu dekat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Kita tetap berupaya semaksimal mungkin. Mudah-mudahan sebelum Hari Raya Idul Fitri nanti sebagian besar lampu jalan di Kota Takengon sudah kembali menyala sehingga kota ini terlihat terang dan indah pada malam hari,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut penting karena Kota Takengon merupakan salah satu daerah tujuan wisata di kawasan dataran tinggi Gayo.

“Takengon ini kota wisata dan menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Tengah. Karena itu kita berharap kota ini bisa terlihat terang dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan saat malam hari,” pungkas Sukirman. (*)