Mahasiswa FKIP USK Bangun Pipanisasi Air Bersih Pascabanjir di Bener Meriah, Warga Blang Rakal Rasakan Dampak Nyata

Bener Meriah – detikperistiwa.co.id

Akses air bersih warga Desa Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, yang sempat terganggu akibat banjir, longsor, dan endapan lumpur, kini kembali membaik setelah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan pipanisasi bersama masyarakat, Kamis (6/2/2026).

Kerusakan pada sejumlah titik jalur distribusi air dari sumber mata air menuju permukiman warga sebelumnya menyebabkan aliran tidak optimal. Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya kebutuhan dasar rumah tangga, terutama untuk konsumsi, memasak, dan sanitasi.

Melalui Program Mahasiswa Berdampak, mahasiswa FKIP USK turun langsung melakukan perbaikan teknis, mulai dari pengangkutan material, penggantian pipa yang rusak, hingga normalisasi jalur aliran air. Seluruh proses dikerjakan secara gotong royong bersama warga, mempercepat pemulihan sistem distribusi air bersih di desa tersebut.

Kepala Dusun Desa Blang Rakal, Daud, menyatakan perbaikan tersebut memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, sekarang aliran air kembali lancar. Ini sangat membantu warga, apalagi setelah kami menghadapi dampak banjir dan longsor beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa peserta kegiatan mengatakan bahwa keterlibatan di lapangan menjadi pengalaman pembelajaran yang konkret tentang pentingnya respons cepat terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga memahami bagaimana kontribusi kecil bisa berdampak besar bagi kehidupan warga,” katanya.

Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam pemulihan infrastruktur dasar pascabencana menunjukkan peran strategis generasi muda dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

“Langkah mahasiswa FKIP USK ini patut diapresiasi. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi model konkret pembangunan berbasis kepedulian dan solidaritas sosial,” ujarnya.

Program pipanisasi ini diharapkan mampu menjamin keberlanjutan akses air bersih bagi warga Desa Blang Rakal, sekaligus mengurangi risiko gangguan distribusi air apabila terjadi cuaca ekstrem di kemudian hari.

Di wilayah dataran tinggi seperti Pintu Rime Gayo, yang rentan terhadap banjir dan longsor, penguatan infrastruktur dasar berbasis partisipasi masyarakat dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun ketahanan desa. Kegiatan ini menegaskan bahwa peran mahasiswa tidak berhenti pada ruang akademik, melainkan hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan riil yang dihadapi masyarakat.

Detik Peristiwa