Bener Meriah – detikperistiwa.co.id
Memasuki hari kedua pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Kreativitas Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatera, Kamis, 5 Februari 2026, mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan observasi pendidikan di SD Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons awal terhadap kondisi pendidikan pascabencana yang sempat mengganggu proses belajar mengajar di wilayah tersebut.
Observasi ini bertujuan untuk memetakan kondisi riil pendidikan di tingkat sekolah dasar, mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran siswa dan guru, serta menjadi dasar perancangan program pendampingan belajar harian yang relevan dengan situasi pascabencana.
Kehadiran mahasiswa KKN disambut oleh Kepala SD Uning Mas, Heriyanti, S.Pd, bersama guru kelas Ratih Purwati, S.Pd, serta Sari selaku perwakilan Badan Pembantu Komite (BPK) sekolah. Observasi dilakukan melalui pengamatan langsung proses belajar mengajar, dialog dengan tenaga pendidik, serta peninjauan sarana dan ketersediaan bahan ajar.
Berdasarkan hasil observasi, SD Uning Mas saat ini memiliki 14 siswa dengan dukungan sembilan guru kelas yang mengajar secara bergantian. Dalam kondisi pascabencana, jumlah guru yang hadir setiap hari berkisar antara tiga hingga lima orang per sif. Proses pembelajaran masih menghadapi keterbatasan, terutama pada ketersediaan buku paket dan bahan ajar pendukung yang belum terpenuhi secara optimal.
Meski demikian, kemampuan literasi dasar siswa dinilai cukup baik. Sebagian besar siswa telah mampu membaca dan menulis, meskipun masih ditemukan kendala dalam pemahaman metode mengeja yang menjadi tantangan tersendiri dalam penguatan literasi awal.
Kepala SD Uning Mas, Heriyanti, S.Pd, menyampaikan bahwa mahasiswa KKN USK merupakan kelompok KKN pertama yang hadir di sekolah tersebut setelah bencana. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memperkuat motivasi belajar siswa serta mendukung pemulihan proses pendidikan di Desa Uning Mas.
Ia menuturkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga membutuhkan pendampingan yang konsisten dan perhatian berkelanjutan agar anak-anak tetap semangat belajar di tengah keterbatasan pascabencana.
Salah satu perwakilan mahasiswa KKN USK menyampaikan bahwa hasil observasi ini akan menjadi dasar perancangan program pendampingan belajar yang adaptif terhadap kebutuhan siswa dan kondisi sekolah. Program tersebut diarahkan pada penguatan literasi, dukungan pembelajaran harian, serta penciptaan suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN PKM USK Bener Meriah 2026 diharapkan tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata dalam pemulihan sektor pendidikan, sekaligus memastikan hak belajar anak-anak di Desa Uning Mas tetap terpenuhi pascabencana.
Detik Peristiwa


