Aceh Utara – detikperistiwa.co.id
Upaya memperkuat sistem mitigasi bencana di tingkat desa terus dilakukan Mahasiswa KKN Relawan Teknik Industri Universitas Malikussaleh Kelompok 3. Pada 10 Februari 2026, mahasiswa bersama aparat desa dan masyarakat memasang enam plang jalur evakuasi yang tersebar di tiga dusun di Gampong Paya Tukai, Kecamatan Langkahan.
Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi desa yang sebelumnya terdampak banjir, di mana belum tersedia sistem penunjuk arah evakuasi yang jelas bagi warga saat situasi darurat terjadi. Keberadaan plang dinilai penting untuk meminimalisir kepanikan dan mempercepat proses penyelamatan.
Plang jalur evakuasi tersebut dibuat secara manual oleh mahasiswa dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di desa. Pendekatan ini tidak hanya menekan biaya, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembuatannya.
Penanggung Jawab Program Pembuatan Plang Jalur Evakuasi, Ripan Kurniawan, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam membangun kesadaran kesiapsiagaan bencana.
“Kami melihat bahwa mitigasi bencana tidak hanya soal penanganan setelah kejadian, tetapi juga tentang kesiapan sebelum bencana itu datang. Plang jalur evakuasi ini diharapkan menjadi panduan yang jelas bagi masyarakat ketika kondisi darurat terjadi,” ujarnya.
Geuchik Gampong Paya Tukai turut mengapresiasi langkah tersebut dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan warga.
“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif mahasiswa KKN. Plang ini sangat membantu masyarakat karena sebelumnya belum ada penanda jalur evakuasi yang terarah. Ini menjadi langkah awal membangun desa yang lebih tangguh terhadap bencana,” ungkapnya.
Melalui program ini, mahasiswa berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana dapat terus tumbuh, sehingga risiko kerugian akibat banjir maupun bencana lainnya dapat diminimalisir di masa mendatang.


