Bireuen – detikperistiwa.co.id
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian Angkatan ke-83/WPS Sindikat XII melaksanakan rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Dianmas) pada Selasa, 24 Februari 2026 di wilayah Kecamatan Jangka dan Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Kegiatan meliputi manajemen logistik, bantuan sosial, trauma healing, serta dukungan pembangunan sarana sanitasi bagi masyarakat terdampak bencana.
Kegiatan di Kecamatan Jangka
Rangkaian kegiatan di Kecamatan Jangka diawali dengan manajemen logistik di area Jembatan Ulee Ceu. Mahasiswa melakukan peninjauan kondisi jembatan serta pendataan dampak bencana terhadap akses transportasi masyarakat, sebagai bagian dari evaluasi kebutuhan pemulihan infrastruktur dan mobilitas warga.
Selanjutnya, Sindikat XII menyalurkan bantuan sosial di SD 13 Jangka guna mendukung kebutuhan siswa terdampak banjir. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan trauma healing bagi para siswa melalui permainan edukatif, interaksi kelompok, dan kegiatan yang bertujuan membangun kembali semangat belajar serta rasa percaya diri anak-anak.
Kegiatan di Kecamatan Juli
Kegiatan berlanjut di Kecamatan Juli dengan pelaksanaan trauma healing di SD 16 Juli. Melalui metode bermain bersama, bernyanyi, serta aktivitas interaktif lainnya, mahasiswa berupaya menghadirkan suasana positif dan membantu pemulihan psikologis anak-anak terdampak bencana.
Setelah itu, dilakukan penyaluran bantuan sosial kepada siswa dan masyarakat sekitar SD 16 Juli sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan dasar pascabencana.
Manajemen logistik juga dilaksanakan di Polsek Juli untuk memperoleh gambaran situasi terkini wilayah serta perkembangan pemulihan masyarakat. Selain itu, mahasiswa melakukan peninjauan di kawasan rumah hunian tetap (huntap) Juli guna memastikan kondisi tempat tinggal warga yang telah direlokasi dan menilai kebutuhan lanjutan yang masih diperlukan.
Rangkaian kegiatan hari tersebut ditutup dengan dukungan pembuatan fasilitas MCK di wilayah Peusangan sebagai bagian dari upaya peningkatan sanitasi dan kesehatan masyarakat terdampak.
Melalui pelaksanaan kegiatan di dua kecamatan tersebut, mahasiswa STIK Angkatan ke-83 menunjukkan pendekatan pengabdian yang terintegrasi, mulai dari pemetaan kebutuhan, dukungan pendidikan, penguatan psikologis anak-anak, hingga peningkatan fasilitas dasar masyarakat. Kegiatan ini mencerminkan komitmen kehadiran mahasiswa kepolisian dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Sumber:Kasie Humas Iptu Marzuki
(Erna)


