Kuala Lumpur – detikperistiwa.co.id
Sebuah kelompok warga asing beserta seorang wanita warga lokal yang mewakili majikan sebuah perusahaan lokal telah ditahan oleh pihak Jabatan Imigrasi Malaysia Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur (JIM WPKL) selama proses verifikasi cap jari untuk tujuan pendaftaran dalam program Rekalibrasi Tenaga Kerja 2.0 (RTK 2.0). Insiden ini terjadi di Pejabat RTK 2.0, Kompleks Kementerian Dalam Negeri (KDN) Jalan Duta semalam antara jam 11:00 pagi.
Sebanyak 27 orang lelaki warganegara Bangladesh yang didampingi oleh seorang wanita lokal hadir ke pejabat RTK 2.0 dan ditahan atas kecurigaan melakukan pindaan maklumat pada paspor mereka. Hasil pemeriksaan menggunakan Sistem Jabatan MyIMMS oleh pegawai verifikasi mengungkapkan adanya pindaan pada butiran nomor paspor lama dan butiran diri dalam paspor di muka surat biodata mereka.
Seorang wanita warga lokal berusia 39 tahun turut ditahan dan ditangkap atas dugaan melanggar Seksyen 56(1A)(a) Akta Imigrasi 1959/63. Sementara itu, seluruh warganegara Bangladesh berusia antara 24 hingga 46 tahun ditahan dan ditangkap di bawah Seksyen 56(1)(l) yang sama, yaitu menggunakan atau tanpa kuasa yang sah memiliki dokumen perjalanan yang dipinda atau dipalsukan.
Semua yang ditahan kemudian dibawa ke Unit Risikan dan Operasi, Bahagian Penguatkuasa JIM WPKL untuk pemeriksaan lanjutan. Wanita warga lokal tersebut ditahan di bawah Seksyen 51(5)(a), Akta Imigrasi 1959/63 dan diserahkan kepada Unit Siasatan, Bahagian Penguatkuasa, JIM WPKL. Sementara itu, 27 orang pendatang asing tanpa izin (PATI) warganegara Bangladesh ditahan di bawah Seksyen 51(5)b), Akta Imigrasi 1959/63 dan dihantar ke Depot Imigrasi Bukit Jalil untuk siasatan lebih lanjut.
Dalam keterangannya, JIM WPKL mengajak semua majikan yang telah mendaftar PATI untuk program RTK 2.0 agar segera hadir ke pejabat RTK 2.0, JIM WPKL guna menyelesaikan proses verifikasi. Ini diharapkan dapat mempercepat pengeluaran permit kerja sementara tanpa menunggu hingga waktu akhir dan menghindari kemungkinan kesesakan.
Seiring dengan dasar keselamatan tanpa kompromi, JIM WPKL menegaskan perlunya kerjasama dari semua pihak untuk memastikan negara ini tetap kondusif bagi PATI, majikan, atau pihak yang terlibat dalam melindungi PATI. Semua harus mematuhi Akta Imigrasi 1959/63 dan peraturan lainnya. Masyarakat diminta memberikan aduan terkait PATI di sekitar ibu kota.
*Arizal Mahdi – Detik Peristiwa*


