Manajemen Baru Benahi Perusahaan, PT Energi Selaparang Mulai Pulih dan Catat Laba Perdana

Usai PT Energi di Audit Tim SNI, AMDK Asel Siap Beredar di Masyarakat -  Kobaran NewsDetikperistiwa.co.id – Lombok Timur – PT Energi Selaparang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah menjalani proses penataan dan perbaikan di berbagai sektor usaha. Manajemen perusahaan menyebut kondisi keuangan yang sebelumnya masih merugi merupakan dampak dari berbagai persoalan lama yang baru diketahui setelah dilakukan evaluasi menyeluruh.

Direktur Utama PT Energi Selaparang, Joyo Supeno, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah memberikan dukungan penyertaan modal sebesar Rp5 miliar pada tahun anggaran 2025. Dana tersebut dicairkan secara bertahap mulai Juli 2025 dan digunakan untuk menata kembali kegiatan usaha perusahaan.

Menurutnya, fokus pembenahan dilakukan pada dua unit bisnis utama perusahaan daerah tersebut, yaitu Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Kedua unit usaha itu sebelumnya ditemukan dalam kondisi yang tidak optimal.

Ia mengungkapkan bahwa saat manajemen baru mulai bekerja, sejumlah fasilitas produksi dan sarana pendukung dalam keadaan kurang terawat. Bahkan beberapa infrastruktur penting, termasuk bangunan pabrik AMDK, membutuhkan renovasi agar dapat kembali digunakan untuk proses produksi.

Selain masalah fasilitas, berbagai dokumen perizinan usaha juga diketahui sudah tidak aktif. Proses pembaruan izin tersebut membutuhkan waktu serta biaya yang tidak sedikit sehingga menjadi salah satu tantangan dalam upaya menghidupkan kembali operasional perusahaan.

Unit usaha AMDK juga sempat berhenti beroperasi selama lebih dari dua tahun. Kondisi tersebut meninggalkan sejumlah persoalan, termasuk bahan baku yang tersimpan lama di gudang hingga akhirnya tidak lagi layak digunakan. Bahan baku yang telah kedaluwarsa tersebut terpaksa dimusnahkan dengan nilai kerugian yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp200 juta.

Sementara itu, pada unit SPBN, operasional sebelumnya sempat dijalankan melalui kerja sama dengan pihak ketiga karena keterbatasan modal. Skema tersebut membuat perusahaan harus menanggung beban bunga yang cukup besar.

Namun, berbagai langkah perbaikan yang dilakukan manajemen kini mulai menunjukkan hasil. Dengan dukungan pemerintah daerah, PT Energi Selaparang melakukan pembenahan manajemen, perbaikan fasilitas, serta penguatan strategi pemasaran.

Produk AMDK perusahaan bahkan telah kembali dipasarkan sejak November 2025, setelah sebelumnya dilakukan peluncuran ulang pada Agustus 2025. Untuk memperluas distribusi, perusahaan juga membangun jaringan agen di sejumlah kecamatan di Lombok Timur dan menyasar pasar dari kalangan instansi pemerintah hingga masyarakat umum.

Di sisi lain, pengelolaan SPBN juga terus diperkuat. Perusahaan kini berupaya meningkatkan pelayanan kepada nelayan dengan menambah kuota bahan bakar sekaligus memperbaiki sistem operasional agar lebih efisien.

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Berdasarkan evaluasi pembukuan terbaru, PT Energi Selaparang kini telah berhasil mencatatkan keuntungan meskipun masih dalam jumlah yang relatif kecil.

“Setelah dilakukan penataan administrasi dan pembukuan, perusahaan saat ini sudah mencatat laba sekitar Rp19 juta. Ini merupakan langkah awal yang positif karena aktivitas usaha baru berjalan efektif sejak beberapa bulan terakhir,” ujar Joyo.

Ke depan, manajemen optimistis kinerja perusahaan akan terus meningkat. PT Energi Selaparang ditargetkan mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar dan pada akhirnya memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lombok Timur.(win)