Manajemen Cadangan Logistik Bireuen Berjalan Terukur untuk Menjamin Keberlanjutan Bantuan

Bireuen – detikperistiwa.co.id

Keberadaan stok bantuan bencana di gudang Pemerintah Kabupaten Bireuen sebagaimana dirilis AJNN pada 11 Januari 2026 harus ditempatkan dalam kerangka manajemen kemanusiaan berbasis risiko dan keberlanjutan, bukan dipersepsikan sebagai indikasi terhambatnya distribusi bantuan kepada para penyintas.

Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, menegaskan bahwa kebijakan penyediaan cadangan logistik merupakan praktik baku dalam penanganan bencana guna menjamin kesinambungan bantuan sejak fase tanggap darurat hingga pemulihan awal.

Arizal menyatakan, ketersediaan stok di gudang tidak dapat ditafsirkan sebagai kegagalan distribusi. Penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Ketika persediaan di pengungsian mulai menipis, logistik langsung disalurkan sebagai bagian dari prinsip kehati-hatian dalam tata kelola bantuan. Pernyataan tersebut disampaikan Arizal pada Senin, 12 Januari 2026.

Ia menjelaskan bahwa distribusi bertahap merupakan pendekatan strategis untuk mencegah kekosongan bantuan pada fase lanjutan, terutama ketika kebutuhan penyintas masih berlangsung meskipun fase darurat mulai bergeser ke tahap pemulihan.

Berdasarkan pemantauan relawan di lapangan, bantuan logistik telah disalurkan secara berkala ke sejumlah kecamatan terdampak, dengan pola distribusi yang disesuaikan dengan kebutuhan harian pengungsian serta dinamika jumlah penyintas.

Lebih lanjut, Arizal menyampaikan bahwa sebagian cadangan logistik juga telah diproyeksikan untuk penyaluran menjelang Bulan Ramadhan sebagai langkah antisipatif menghadapi peningkatan kebutuhan pangan dan sosial masyarakat terdampak.

Menurutnya, menjaga cadangan logistik bukanlah bentuk penumpukan, melainkan wujud tanggung jawab kebijakan agar masyarakat tidak kembali berada dalam kondisi rentan. Distribusi yang terukur dinilai jauh lebih berkelanjutan dibanding penyaluran yang dilakukan secara tergesa-gesa tanpa perhitungan jangka menengah.

Dengan demikian, informasi mengenai masih tersedianya stok logistik sebagaimana diberitakan AJNN pada 11 Januari 2026 perlu dipahami sebagai bagian dari arsitektur pengelolaan bantuan yang akuntabel, berjangka, dan berorientasi pada perlindungan penyintas, bukan sebagai indikator mandeknya distribusi bantuan.

Detik Peristiwa