Manasik Haji 2026 di Lombok Timur Resmi Bergulir, Kuota Jamaah Naik Tajam

1.401 Calon Jamaah Haji Lotim Ikuti Pembukaan Rangkaian Manasik HajiDetikperistiwa.co.id – Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai mematangkan persiapan ibadah haji tahun 2026 dengan menggelar bimbingan manasik bagi para calon jamaah. Kegiatan pembuka digelar di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong pada Selasa (10/2/2026) dan diikuti ribuan peserta yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.

Sebanyak 1.401 calon jamaah tercatat mengikuti manasik tingkat kabupaten. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar di Nusa Tenggara Barat dan menunjukkan peningkatan hampir dua kali lipat dibanding musim haji sebelumnya.

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat membuka kegiatan menegaskan bahwa manasik bukan sekadar agenda seremonial, melainkan proses pembelajaran penting sebelum menunaikan rukun Islam kelima. Ia meminta jamaah memanfaatkan kesempatan ini untuk memahami tata cara ibadah secara menyeluruh agar pelaksanaan haji berjalan tertib dan sesuai tuntunan.

Calon jamaah juga diingatkan untuk menjaga sikap dan perilaku selama berhaji. Nilai kesabaran, pengendalian emosi, serta kepatuhan terhadap aturan ibadah menjadi kunci agar pelaksanaan haji tetap sah dan bernilai ibadah.

Di sela kegiatan, pemerintah daerah turut menyampaikan rencana pembaruan Masjid Agung Selong. Tahun ini disiapkan anggaran awal Rp10 miliar sebagai tahap awal renovasi. Total kebutuhan dana diperkirakan mencapai Rp50 miliar, dengan skema pembiayaan melibatkan dukungan masyarakat. Selain itu, pemda merencanakan pembangunan gedung serbaguna untuk menunjang kegiatan keagamaan dan manasik haji di masa depan.

Kemudahan pelayanan jamaah juga diperkuat dengan hadirnya Kantor Imigrasi Kelas II (B) di Lombok Timur. Layanan paspor dan visa kini dapat diakses langsung di daerah, sehingga proses administrasi haji dan umrah menjadi lebih praktis.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lombok Timur H. Makinudin menyebut pemerintah daerah menyiapkan atribut khusus berupa jas dan jaket bagi seluruh jamaah sebagai identitas daerah. Perlengkapan ini melengkapi fasilitas resmi dari pemerintah pusat.

Rangkaian manasik akan berlangsung dari tingkat kabupaten hingga kecamatan di empat lokasi berbeda sampai 14 Februari 2026. Melalui pembekalan ini, jamaah diharapkan memiliki kesiapan pengetahuan dan mental sebelum berangkat.

Untuk musim haji tahun ini, jamaah Lombok Timur dijadwalkan berangkat dalam lima kelompok terbang. Bahkan, daerah ini menjadi rombongan pertama dari NTB yang akan diberangkatkan. Pemerintah daerah berharap seluruh proses berjalan lancar dan para jamaah dapat kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.(win)