Mie Aceh Masuk Daftar Mie Terbaik Dunia Versi TasteAtlas: Simbol Kejayaan Kuliner Nusantara

Jakarta – detikperistiwa.co.id

Mie Aceh, sebuah hidangan legendaris dari Provinsi Aceh, Indonesia, kembali mencuri perhatian dunia dengan berhasil menduduki peringkat ke-63 dalam daftar mie terbaik versi **TasteAtlas**. Platform kuliner global ini dikenal sebagai panduan otoritatif yang mendokumentasikan dan menilai masakan tradisional dari seluruh penjuru dunia.

TasteAtlas, yang didirikan oleh Matija Babić pada tahun 2015, menghabiskan lebih dari tiga tahun untuk penelitian dan pengembangan sebelum resmi diluncurkan pada akhir 2018. Dalam pemeringkatannya, TasteAtlas menilai makanan berdasarkan kompleksitas rasa, popularitas global, serta nilai budaya dan sejarahnya. **Mie Aceh**, dengan cita rasa rempahnya yang kuat dan otentik, berhasil mendapatkan tempat istimewa di antara hidangan mie terbaik dunia.

*Keunikan Mie Aceh**

Mie Aceh dikenal sebagai sajian berbasis mie kuning tebal yang diperkaya dengan bumbu rempah-rempah khas Nusantara. Hidangan ini sering disajikan dengan pilihan topping seperti daging sapi, ayam, atau seafood, seperti udang dan cumi-cumi. Kuahnya yang kental dan kaya rempah memberikan perpaduan rasa pedas, gurih, dan aroma yang memikat.

Cita rasa unik ini lahir dari pengaruh berbagai budaya yang melewati jalur perdagangan Aceh selama berabad-abad, menjadikan Mie Aceh sebagai simbol perpaduan sejarah dan tradisi lokal.

*Penghargaan Global untuk Mie Aceh**

Pengakuan ini menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Aceh dan Indonesia secara keseluruhan. **Mie Aceh** tak hanya menggambarkan kekayaan cita rasa, tetapi juga menjadi representasi budaya dan warisan kuliner Nusantara yang tak ternilai harganya.

“Penghargaan dari TasteAtlas ini membuktikan bahwa masakan tradisional Indonesia memiliki daya tarik universal. Ini adalah momentum untuk mempromosikan lebih banyak kekayaan kuliner kita ke dunia,” ujar seorang ahli gastronomi nasional.

*Menyongsong Masa Depan Kuliner Nusantara**

Kesuksesan Mie Aceh menjadi inspirasi untuk terus melestarikan dan memperkenalkan kuliner tradisional Indonesia kepada dunia. Pemerintah dan pelaku industri kuliner diharapkan dapat bekerja sama dalam mengembangkan strategi pemasaran global, memanfaatkan teknologi, serta memperkenalkan cita rasa Nusantara ke pasar internasional.

Mie Aceh kini menjadi lebih dari sekadar hidangan lokal. Ia adalah duta budaya, lambang keragaman, dan kebanggaan bangsa. Setiap mangkuk Mie Aceh menceritakan kisah tentang tradisi, inovasi, dan kecintaan pada rasa yang telah melintasi generasi.

*Tentang TasteAtlas**
TasteAtlas adalah platform kuliner global yang bertujuan untuk merayakan makanan tradisional dari seluruh dunia. Didirikan oleh Matija Babić, seorang jurnalis dan pengusaha asal Kroasia, platform ini menjadi referensi utama bagi para pecinta makanan untuk menemukan hidangan-hidangan otentik dengan rasa yang unik dan berkualitas.

Dengan penghargaan ini, Mie Aceh telah menegaskan posisinya sebagai salah satu mahakarya kuliner dunia, menjadikan Indonesia sebagai pusat kekayaan rasa dan tradisi yang tak tertandingi.

**Dilaporkan oleh Detik Peristiwa**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *