Makassar, detikperistiwa.co.id – Pengurus Keluarga Besar Pertukangan Indonesia (KBPI) periode 2025–2027 resmi dilantik yang digelar di D’Liquid Hotel Claro Makassar, Minggu (25/01/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Ir H Andi Ihsan ST MM, Kadis PU Kota Makassar Zuhaelsi Zubir, serta para mitra KBPI dari unsur pemerintah, pelaku jasa konstruksi, dan sektor swasta.
Pelantikan ini menjadi momentum penguatan peran KBPI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung sektor konstruksi dan pembangunan infrastruktur.
Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan, Ir. H. Andi Ihsan, S.T., M.M., yang hadir mewakili Gubernur Sulsel, menegaskan pentingnya keberadaan organisasi pertukangan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) konstruksi.
“Organisasi seperti KBPI ini sangat strategis. Kami di Bina Marga siap menjembatani bagaimana teman-teman pertukangan bisa berkolaborasi, khususnya terkait sertifikasi dan peningkatan kompetensi,” kata Andi Ihsan.
Ia menjelaskan bahwa sektor jasa konstruksi telah memiliki dasar hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 hingga Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan jasa konstruksi.
“Regulasinya sudah jelas. Tinggal bagaimana organisasi seperti KBPI masuk dan mengambil peran, terutama dalam menumbuhkan kualitas SDM di bidang pertukangan,” ujar Ihsan.
Dalam sambutan tertulis Gubernur Sulsel yang dibacakannya, Pemerintah Provinsi menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus KBPI yang baru dilantik, sekaligus menaruh harapan besar terhadap kiprah organisasi tersebut.
“KBPI diharapkan dapat meningkatkan kompetensi anggotanya dan menjadi mitra aktif pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, khususnya di Sulawesi Selatan,” demikian kutipan sambutan gubernur.
Pemerintah Provinsi Sulsel juga menegaskan komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi dengan organisasi profesi.
“Pemerintah siap membangun kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk KBPI, demi mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat,” lanjut Andi Ihsan.
Sementara itu, Ketua Umum KBPI Muhammad Akil, menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya telah berjalan selama lima tahun dan terus mengalami pertumbuhan signifikan.
“KBPI ini sudah berjalan lima tahun dan saat ini memiliki anggota lebih dari 200 orang yang tersebar dari berbagai latar belakang keahlian pertukangan,” ujar Akil.
Ia menegaskan bahwa kepengurusan periode 2025–2027 mengusung tema “Energi Membangun, Mewujudkan Organisasi yang Berkualitas.”
“Tema ini lahir dari keyakinan saya bahwa organisasi bukan tentang kehebatan individu, melainkan kekuatan kolaborasi. Ketika berbagai latar belakang dan keahlian disatukan, akan muncul energi besar,” kata Akil.
Menurut Muhammad Akil, dengan jumlah anggota yang terus bertambah, KBPI harus dikelola secara profesional, transparan, dan produktif.
“Kalau semua potensi anggota kita satukan, KBPI tidak hanya bergerak secara sektoral, tetapi mampu menghasilkan program kerja yang transparan dan aktivitas organisasi yang nyata,” jelas Muhammad Akil.
Akil juga mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk meninggalkan perbedaan pasca-pemilihan dan fokus membangun organisasi secara kolektif.
“Sekarang bukan lagi waktunya berjarak. Mari kita satukan langkah, hapus sekat-sekat perbedaan, dan bangun komunikasi yang baik, baik internal maupun eksternal dengan pemerintah dan pihak swasta,” tegas Akil.
Ia berharap KBPI menjadi ruang belajar bersama yang aktif dan mendorong lahirnya ide-ide kreatif.
“Saya mengharapkan ide-ide kreatif dan aksi nyata dari seluruh pengurus dan anggota. KBPI harus menjadi tempat tumbuhnya individu-individu pertukangan yang berkualitas,” ucap Akil.
Dalam kesempatan itu, Akil juga menyinggung tantangan utama yang masih dihadapi KBPI, khususnya soal permodalan dan kelengkapan administrasi anggota.
“Tantangan terbesar kita itu modal. Selain itu, identitas anggota harus jelas, mulai dari KTP, pekerjaan, hingga keahlian. Ini penting agar organisasi kita semakin tertata dan profesional,” kata Akil.
Ia pun optimistis seluruh anggota KBPI akan aktif dan produktif pasca pelantikan.
“Percayalah, setelah dilantik tidak ada yang menganggur. Proyek ada, baik di luar daerah maupun di dalam daerah. Yang penting amanah dan profesional,” pungkas Muhammad Akil.
Selain pelantikan pengurus, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan donasi KBPI untuk korban bencana di Sumatera. Donasi sebesar Rp 11.390.000 disalurkan melalui Yayasan Al-Quds sebagai bentuk kepedulian sosial KBPI.
Pelantikan ini menjadi langkah awal kepengurusan KBPI periode 2025–2027 dalam memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kualitas SDM pertukangan, serta memperluas sinergi dengan pemerintah dan sektor swasta.
Niar Ch


