Makassar,detikperistiwa.co.id – Pemerintah Kecamatan Panakkukang menegaskan komitmennya mendorong pemberdayaan pemuda, pengurangan sampah organik, serta pembenahan infrastruktur dasar dalam Musrenbang tingkat kecamatan tahun 2026.
Musrenbang yang digelar di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang, Senin (26/1/2026), dan dihadiri unsur pemerintah, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga dari seluruh kelurahan.
Camat Panakkukang Muhammad Ari Fadli, S.STP., mengatakan pihaknya telah menyiapkan 36 kegiatan pemberdayaan kepemudaan yang melibatkan seluruh organisasi pemuda di tingkat kecamatan hingga kelurahan.
“Pemuda hari ini tidak boleh berpangku tangan dan menunggu. Kita harus menjemput peluang dan mengkreasikan apa yang bisa dilakukan,” kata Ari Fadli.
Ia mencontohkan kiprah H.Sulaiman, pelaku budidaya maggot di Panakkukang, sebagai bukti nyata peran masyarakat dalam mendukung pengelolaan lingkungan, khususnya pengurangan sampah organik.
Menurut Ari, H. Sulaiman mengembangkan budidaya maggot secara mandiri dengan biaya ratusan juta rupiah tanpa menuntut dukungan kewajiban dari pemerintah.
“Beliau menjalankan ini murni sebagai tanggung jawab masyarakat. Bahkan anggota Komisi IV DPR RI pernah datang langsung melihat budidaya maggot ini,” ungkap Ari Fadli.
Ari menyebut, Kecamatan Panakkukang saat ini tercatat sebagai penghasil sampah organik tertinggi di Kota Makassar dari total 14 kecamatan. Volume sampah organik disebut mencapai hampir 2 ton per hari.
Meski demikian, pengolahan sampah organik saat ini mengalami penurunan akibat keterbatasan tenaga dan peralatan.
“Kalau hanya mengandalkan satu lokasi budidaya, tentu tidak cukup. Sampah organik ini puluhan ton setiap hari. Harus ada lebih banyak titik pengolahan di kelurahan,” jelas Ari Fadli.
Ia menegaskan program pengolahan sampah organik melalui maggot sejalan dengan visi Wali Kota Makassar dalam menekan timbulan sampah langsung dari sumbernya.
Selain isu lingkungan, Ari menyebut pembenahan infrastruktur, khususnya drainase, menjadi usulan paling dominan dalam Musrenbang tahun ini. Hal itu dipicu curah hujan tinggi yang kerap menimbulkan genangan di sejumlah titik Panakkukang.
“Drainase memang paling banyak diusulkan. Tapi harus dipilah mana kewenangan pemkot, mana provinsi, dan mana balai. Ini soal otoritas,” kata Ari Fadli.
Meski pembangunan fisik menjadi perhatian, Ari menekankan pentingnya menyeimbangkan infrastruktur dengan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, fasilitas umum kerap tidak terawat jika warga tidak dilibatkan secara ekonomi.
“Kalau jalannya bagus, lorongnya terang, tapi masyarakatnya tidak diberdayakan, itu juga percuma,” tegas Ari Fadli
Ari juga menyoroti urban farming sebagai program strategis Pemkot Makassar. Program ini dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan, menekan inflasi, sekaligus meningkatkan pendapatan warga melalui kelompok wanita tani (KWT) dan kelompok tani perkotaan.
“Kalau sudah skala besar dan kebutuhan sendiri terpenuhi, sisanya bisa dijual. Di situ masyarakat bisa dapat cuan (menghasilkan pendapatan),” ujar Arif Fadli.
Terkait penataan pedagang kaki lima (PKL), Ari menegaskan pemerintah tidak melarang warga mencari nafkah. Namun, penggunaan fasilitas umum untuk berjualan tetap harus ditertibkan demi menjaga estetika kota.
“Yang dilarang itu menggunakan fasilitas umum. Tapi sebelum penertiban, kita carikan lokasi relokasi. Itu yang kami lakukan,” kata Ari Fadli
Ari berharap Musrenbang Kecamatan Panakkukang 2026 menjadi ruang dialog nyata antara pemerintah dan masyarakat.
Adapun seluruh usulan dari 565 RT/RW di 11 kelurahan akan diseleksi berdasarkan skala prioritas dan kualitas kebutuhan, mengingat keterbatasan anggaran.
“Kita ingin usulan yang benar-benar kebutuhan masyarakat, bukan sekadar keinginan,” pungkas Ari Fadli.


