Oknum ASN Diduga Provokasi Pengungsi Agar Bertahan di Kantor Bupati Bireuen

Bireuen – detikperistiwa.co.id

Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, menyampaikan keprihatinan atas dugaan tindakan provokasi yang dilakukan oleh seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) terhadap para pengungsi yang berada di lingkungan Kantor Bupati Bireuen. Dugaan tersebut dinilai berpotensi memperkeruh situasi serta menimbulkan persepsi yang tidak tepat terhadap upaya penanganan yang selama ini dilakukan pemerintah daerah.

Peristiwa tersebut terjadi ketika sejumlah pengungsi yang datang dari Alue Kuta berada di halaman kantor bupati. Saat itu, Arizal Mahdi yang berada di lokasi sempat melakukan wawancara langsung dengan beberapa pengungsi guna mendengarkan kondisi serta aspirasi mereka.

Menurutnya, situasi awalnya berjalan dengan tertib dan kondusif. Namun suasana sempat memanas setelah muncul dugaan adanya ucapan dari seorang oknum ASN yang memicu emosi sebagian pengungsi.

“Saat saya sedang mewawancarai para pengungsi yang baru tiba dari Alue Kuta, situasi sempat memanas karena adanya ucapan yang memicu emosi sebagian pengungsi. Kami berharap semua pihak dapat menahan diri agar kondisi tetap kondusif,” ujar Arizal Mahdi.

Ia juga mengungkapkan adanya informasi bahwa para pengungsi sebelumnya diarahkan untuk datang ke kantor bupati. Bahkan terdapat dugaan bahwa mereka terus diprovokasi oleh oknum tertentu agar tetap bertahan di lokasi tersebut.

Arizal menilai tindakan semacam itu sangat disayangkan karena berpotensi menciptakan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Menurutnya, kondisi para pengungsi seharusnya tidak dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu yang dapat memunculkan persepsi negatif terhadap Pemerintah Kabupaten Kabupaten Bireuen, yang selama ini tetap berupaya menangani persoalan tersebut secara bertahap dan terukur.

“Kami sangat menyayangkan apabila ada pihak yang mencoba memanfaatkan situasi pengungsi untuk menciptakan tekanan di ruang publik atau bahkan menjatuhkan kredibilitas pemerintah daerah. Dalam kondisi seperti ini, semua pihak seharusnya membantu menenangkan masyarakat,” kata Arizal.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bireuen pada prinsipnya tetap memiliki komitmen untuk membantu masyarakat yang terdampak, termasuk terkait proses pencairan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH).

Menurutnya, keterlambatan pencairan bantuan tersebut salah satunya disebabkan oleh proses verifikasi data penerima yang masih berlangsung. Beberapa data pengungsi ditemukan belum sepenuhnya valid, terutama terkait ketidaksesuaian Nomor Induk Kependudukan (NIK) sehingga memerlukan proses penyesuaian dan verifikasi ulang.

“Sebagian data penerima bantuan masih ditemukan ketidaksesuaian, khususnya pada NIK. Oleh karena itu diperlukan proses verifikasi ulang agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa proses verifikasi tersebut rencananya akan dilanjutkan kembali setelah Hari Raya Idul Fitri.

“Insyaallah setelah Lebaran nanti data para pengungsi akan diverifikasi kembali secara menyeluruh agar bantuan Dana Tunggu Hunian dapat tepat sasaran dan segera dicairkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerimanya,” ujarnya.

Arizal juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif serta tidak memanfaatkan kondisi pengungsi untuk kepentingan tertentu. Ia menegaskan bahwa persoalan kemanusiaan harus disikapi dengan empati, kerja sama, serta komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah.

Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta siap membantu menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah agar penanganan para pengungsi dapat berjalan lebih baik, transparan, dan bermartabat.

Detik Peristiwa