Makassar,detikperistiwa.co.id – Operasi Lilin Pallawa 2025 resmi berakhir. Selama 14 hari pelaksanaan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan mencatat adanya perubahan pola pengamanan dan penegakan hukum lalu lintas, khususnya pergeseran dari tilang konvensional ke penindakan berbasis elektronik.
Operasi yang berlangsung sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 tersebut digelar untuk memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama momentum Natal dan Tahun Baru.
Hasil pelaksanaan Operasi Lilin Pallawa 2025 menunjukkan peningkatan kinerja Satuan Tugas Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Satgas Kamseltibcarlantas) di seluruh wilayah hukum Polres jajaran Polda Sulsel.
Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Karsiman melalui Kasubdit Gakkum AKBP Dr Amin Toha SH MH menyebut, capaian tersebut merupakan hasil dari strategi pengamanan yang disusun secara komprehensif sejak awal operasi.
“Seluruh personel kami arahkan untuk bekerja maksimal, baik melalui pendekatan preemtif, preventif, maupun penegakan hukum yang terukur,” ujar Amin Toha, Sabtu (03/01/2026).
Pada aspek preemtif, Ditlantas Polda Sulsel mencatat lonjakan signifikan kegiatan pendidikan masyarakat lalu lintas atau Dikmas Lantas.
“Fokus kami adalah membangun kesadaran masyarakat sejak awal, sehingga pelanggaran bisa ditekan,” kata Amin Toha.
Data menunjukkan, kegiatan bimbingan dan penyuluhan (binluh) yang pada Operasi Lilin 2024 tidak dilakukan, melonjak menjadi 19.482 kegiatan pada 2025.
Sementara itu, penyuluhan langsung kepada masyarakat (penluh) juga meningkat 48,7 persen, dari 42.725 menjadi 63.542 kegiatan.
“Penyuluhan langsung ini menyasar pengguna jalan di titik-titik rawan, terminal, hingga pusat keramaian,” jelas Amin Toha.
Peningkatan paling mencolok terlihat pada penyebaran dan pemasangan media keselamatan lalu lintas.
“Kami masifkan pemasangan spanduk, baliho, hingga media imbauan digital. Totalnya mencapai 64.254 kegiatan atau naik 136,6 persen,” ungkap Amin Toha.
Di sisi lain, langkah preventif turut diperkuat melalui pengamanan dan koordinasi lintas sektor.
Selama operasi berlangsung, sterilisasi tempat ibadah dilakukan sebanyak 3.236 kali, sementara koordinasi dengan pengelola objek wisata tercatat sebanyak 3.056 kali.
Selain itu, koordinasi pengamanan malam pergantian tahun juga dilakukan sebanyak 1.834 kali.
“Pengamanan ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat bisa beribadah, berwisata, dan merayakan malam tahun baru dengan aman dan tertib,” ujar Amin Toha.
Ia menambahkan, kegiatan pengaturan, penjagaan, dan patroli di lokasi strategis juga mengalami peningkatan signifikan.
“Total kegiatan pengaturan, penjagaan, dan patroli mencapai 19.853 kali, atau naik 100 persen dibandingkan Operasi Lilin tahun lalu,” tegas Amin Toha.
Pada aspek penegakan hukum, Ditlantas Polda Sulsel mencatat lonjakan tajam penindakan berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
“Penindakan melalui ETLE menjadi tulang punggung selama Operasi Lilin 2025,” kata Amin Toha.
Adapun jumlah pelanggaran yang ditindak melalui ETLE tercatat sebanyak 5.574 kasus. Angka ini melonjak 245,6 persen dibandingkan 1.613 kasus pada 2024.
Sebaliknya, tilang konvensional hampir tidak lagi dilakukan selama operasi berlangsung.
“Tilang manual kami tekan seminimal mungkin, seiring dengan optimalisasi sistem elektronik,” ujar Amin Toha.
Sementara itu, tindakan berupa teguran juga mengalami penurunan hingga 34 persen.
“Penurunan ini menunjukkan bahwa pendekatan preventif mulai berjalan dan masyarakat semakin patuh,” tambah Kasubdit Gakkum.
Meski demikian, data kecelakaan lalu lintas masih menjadi perhatian.
Selama Operasi Lilin Pallawa 2025 tercatat 292 kejadian kecelakaan lalu lintas, meningkat 28 persen dibandingkan 228 kasus pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, jumlah korban meninggal dunia justru mengalami penurunan.
“Fatalitas berhasil kami tekan. Dari 21 orang meninggal dunia pada 2024, turun menjadi 20 orang pada 2025,” kata Amin Toha.
Sementara itu, jumlah korban luka berat dan luka ringan tercatat meningkat.Seiring dengan itu, nilai kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas juga melonjak hingga 129 persen menjadi Rp721.150.000.
“Hasil Operasi Lilin Pallawa 2025 ini akan kami jadikan bahan evaluasi strategis ke depan, khususnya untuk memperkuat kebijakan keselamatan lalu lintas dan menekan angka fatalitas kecelakaan di Sulawesi Selatan,” pungkas Amin Toha.


