Bener Meriah – detikperistiwa.co.id
Masyarakat Gayo mewarisi pesan kearifan yang indah: “Bulet lagu umut, tirus lagu gelas, genab mupakat, behu berdedele.” Artinya, kebulatan tekad, kesatuan langkah, musyawarah, dan kerja bersama. Nilai ini sangat relevan untuk pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf di Kabupaten Bener Meriah.
Zakat Punya Dimensi Sosial
Zakat bukan hanya kewajiban antara muzaki dan Allah SWT. Zakat juga memperkuat solidaritas, mengurangi kesenjangan, dan membantu mustahik bangkit menuju kemandirian. Karena itu, pengelolaannya perlu amanah, tertib, terdata, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah adalah lembaga resmi yang menjalankan amanah itu. Baitul Mal bukan milik pengurus atau pegawainya semata, melainkan milik umat. Membesarkannya adalah tanggung jawab bersama: pemerintah daerah, ulama, Reje dan Imem Kampung, pengusaha, ASN, lembaga pendidikan, pengurus masjid, hingga seluruh masyarakat.
Jangan Biarkan Kebaikan Berjalan Sendiri-Sendiri
Semangat berbagi masyarakat Gayo sangat besar. Namun, jika zakat disalurkan tanpa koordinasi dan pendataan terpadu, bisa muncul persoalan. Ada mustahik yang menerima bantuan berulang, sementara yang lain belum tersentuh. Potensi zakat di kampung atau kecamatan pun sulit dipetakan.
Ini bukan untuk menyalahkan siapa pun, melainkan bahan renungan bersama. Karena itu, masyarakat diimbau menunaikan zakat melalui amil dan lembaga resmi sesuai ketentuan syariat dan peraturan perundang-undangan. Di Bener Meriah, rujukan utamanya adalah Baitul Mal Kabupaten.
Tujuannya bukan membatasi kepedulian, tetapi memastikan kepedulian itu terhubung dalam sistem yang tertib, terukur, transparan, dan akuntabel. Dukungan kepada Baitul Mal juga tidak menutup kerja sama dengan lembaga sosial lain. Sinergi tetap perlu, dengan menghormati kewenangan dan aturan yang berlaku.
Baitul Mal Juga Terus Berbenah
Kepercayaan publik tidak cukup diminta, tetapi harus dirawat. Baitul Mal berkewajiban meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki akurasi data, menyajikan laporan yang mudah dipahami, dan memastikan program pendayagunaan memberi dampak nyata.
Dari Mustahik Menjadi Muzaki
Keberhasilan zakat tidak diukur dari besarnya dana yang terkumpul, tetapi dari perubahan hidup penerimanya. Pedagang, petani, dan pekebun kopi didorong lebih produktif. Generasi muda diberi ruang berwirausaha.
Cita-citanya jelas: mustahik menjadi berdaya, berdaya menjadi mandiri, dan bila telah memenuhi syarat, menjadi muzaki yang turut membantu sesama.
Mari Bersatu Padu
Kita boleh berbeda pandangan, tetapi untuk kepentingan umat, mari cari titik temu. Dukungan nyata yang bisa kita berikan:
– Menunaikan zakat melalui saluran resmi.
– Meningkatkan infak dan sedekah.
– Memperluas edukasi zakat kepada masyarakat.
– Memperkuat unit pengumpul zakat dan menjaga integritas amil.
– Mengawasi pengelolaan dana umat secara konstruktif.
Baitul Mal yang kuat ditandai oleh kepercayaan masyarakat, ketepatan penyaluran, kualitas pelayanan, dan kemampuan mengubah zakat menjadi kekuatan pemberdayaan umat.
Maka, mari satukan niat dan rapatkan barisan. Bulet lagu umut, tirus lagu gelas, genab mupakat, behu berdedele. Bersama masyarakat Gayo, kita rawat tradisi, kuatkan Baitul Mal, dan bangun Bener Meriah yang sejahtera, berdaya, dan penuh keberkahan.
Rekening Zakat dan Infak melalui Bank Aceh Syariah
Setiap rupiah yang Anda tunaikan hari ini adalah harapan bagi mustahik dan kekuatan bagi persaudaraan kita. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui rekening resmi Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah, Bank Aceh Syariah.
Rekening Zakat: 053 01.02.630015-7
Rekening Infak: 053 01.02.000107-1
Bulet lagu umut, tirus lagu gelas, genab mupakat, behu berdedele. Bersama kita rawat tradisi Gayo, kuatkan Baitul Mal, dan bangun Bener Meriah yang sejahtera, berdaya, dan penuh keberkahan.(#)













