Detikperistiwa.co.id – Lombok Timur — Sejumlah capaian penting Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sepanjang tahun anggaran 2025 dipaparkan dalam Rapat Paripurna DPRD yang digelar pada Kamis (2/4/2026). Wakil Bupati, Moh. Edwin Hadiwijaya, hadir mewakili Bupati untuk menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) di hadapan anggota dewan dan unsur pimpinan daerah.
Dalam forum tersebut, pemerintah daerah melaporkan bahwa pendapatan daerah berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. Kinerja ini ditopang oleh penguatan Pendapatan Asli Daerah serta pengelolaan dana transfer yang semakin optimal, sehingga memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi pelaksanaan program pembangunan.
Penyampaian LKPJ ini juga menjadi bagian dari evaluasi awal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Pemerintah mulai mengarahkan pembangunan melalui delapan misi strategis bertajuk “Karya Cita” yang menjadi landasan menuju visi daerah yang menekankan kesejahteraan, kemajuan, keadilan, religiusitas, dan transparansi.
Di sektor pengelolaan keuangan, Pemkab Lombok Timur turut memperkuat sistem digitalisasi, khususnya dalam layanan perpajakan daerah. Penerapan sistem pembayaran non-tunai dinilai berhasil meningkatkan transparansi dan efisiensi, sekaligus meminimalkan potensi kebocoran pendapatan.
Realisasi belanja daerah juga menunjukkan performa tinggi dengan tingkat penyerapan yang hampir mencapai target penuh. Alokasi anggaran difokuskan pada program prioritas, terutama pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan irigasi yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat melampaui target yang ditetapkan sebelumnya. Kemajuan ini diiringi dengan meningkatnya indeks inovasi daerah, menandakan adanya perbaikan dalam tata kelola pemerintahan berbasis teknologi.
Pada aspek pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lombok Timur mengalami peningkatan. Hal ini didukung oleh perbaikan akses pendidikan serta peningkatan layanan kesehatan yang berdampak pada naiknya usia harapan hidup masyarakat.
Program sosial juga menunjukkan hasil yang signifikan. Jumlah rumah tidak layak huni berhasil ditekan melalui berbagai program bantuan, sementara angka kemiskinan terus menurun berkat efektivitas program perlindungan sosial yang menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Menutup pemaparannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah indikator yang belum optimal akan menjadi bahan evaluasi untuk mendorong kebijakan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.(win)


