Pasca Banjir, Masjid Agung Sultan Jeumpa Jadi Tempat Penampungan Ratusan Santri, Dapur Umum Dibuka oleh H. Subarni

Pasca Banjir, Masjid Agung Sultan Jeumpa Jadi Tempat Penampungan Ratusan Santri, Dapur Umum Dibuka oleh H. Subarni

Detikperistiwa.co.id

Bireuen – Pasca banjir besar yang melanda wilayah Bireuen, Masjid Agung Sultan Jeumpa berubah menjadi tempat penampungan bagi ratusan santri dari berbagai dayah yang terjebak akibat putusnya akses jalan. Para santri tidak dapat langsung pulang karena jembatan Teupin Mane dan jembatan Kuta Blang terputus .

Kabar ini cepat sampai ke H. Subarni , warga yang dikenal dermawan dan tinggal tak jauh dari masjid. Ia menyambut situasi ini dengan rasa duka dan langsung tergerak membuka “dapur umum dadakan” untuk membantu para santri.

“Tadinya kami hanya membeli nasi untuk dibagikan, tapi itu tidak efisien. Maka atas inisiatif Pak H. Subar, dapur umum ini dibuka untuk umum,” ujar Tgk. Jafar, pengurus Masjid Agung Sultan Jeumpa.

Dapur umum itu dikelola oleh tim yang dipimpin oleh *Ridwan Ibrahim*, yang juga ketua panitia juru masak. Menurutnya, persediaan makanan disiapkan untuk 600 orang setiap hari , meliputi santri sebanyak 350 orang dan sisanya untuk masyarakat umum, musafir, dan jemaah masjid.

“Kami sempat kesulitan dengan ketersediaan ikan di pasar karena stok mulai langka. Tapi Alhamdulillah, untuk kebutuhan lainnya masih bisa kita atasi,” jelas Ridwan.

Saat ini, para santri mulai dijemput oleh keluarga masing-masing seiring kondisi yang mulai membaik. Meski demikian, dapur umum masih terus berjalan hingga situasi benar-benar kondusif.

“Bantuan ini murni karena rasa kemanusiaan. Saya sangat tersentuh melihat anak-anak santri yang terlunta-lunta dan tidak bisa pulang,” tutur H. Subarni , penuh haru.

(Erna)

Hayo mau copy paste ya?