Denpasar| detikperistiwa.co.id
Di tengah dinamika kebutuhan masyarakat pasca hari besar keagamaan, langkah sigap terus ditunjukkan Polda Bali melalui Satgas Saber Pangan yang tanpa henti turun langsung ke lapangan. Pasar tradisional, ritel modern, hingga distributor menjadi sasaran sidak demi memastikan harga tetap terkendali dan stok pangan aman bagi masyarakat. Pada Minggu, (29/3/2026).
Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Provinsi Bali melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) dengan menyasar Supermarket Bintang di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terpadu untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
Sidak tersebut melibatkan lintas instansi, di antaranya Ditreskrimsus Polda Bali, Badan Pangan Nasional, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta Perum Bulog.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., menjelaskan bahwa pengawasan difokuskan pada komoditas utama yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
“Pengawasan dilakukan untuk memantau komoditas penting seperti beras, telur, minyak goreng, kedelai, gula, jagung, cabai, bawang, hingga daging. Kami juga berdialog langsung dengan pedagang guna mengetahui kondisi harga dan distribusi di lapangan,” ujarnya.
Ia menegaskan, langkah ini merupakan komitmen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga sekaligus menjamin keamanan dan mutu pangan yang beredar di masyarakat.
“Apa yang dilakukan Satgas Saber Pangan ini untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga wajar dan kualitas yang baik,” sambungnya.
Dari hasil pemantauan sementara, harga bahan pangan di wilayah Bali, khususnya Denpasar, masih relatif stabil dengan pasokan yang dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, Satgas Saber Pangan tidak lengah. Para pelaku usaha diingatkan untuk tidak menjual komoditas pangan di atas ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Pelanggaran akan ditindak tegas secara berjenjang, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha.
“Pengawasan akan terus kami lakukan bersama instansi terkait agar pasokan tetap terjaga dan tidak terjadi lonjakan harga,” tegas Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K.
Dengan pengawasan yang konsisten dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan stabilitas pangan di Bali tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas pasca perayaan dengan tenang dan penuh kepastian.
Sby


