Pemerintah kota Lhokseumawe Gelar Acara Nuzulul Quran Bertepatan 17 Ramadhan

Lhokseumawe – detikperistiwa.co.id

17 ramadhan sudah menjadi agenda rutin pemerintah kota Lhokseumawe menggelar acara Nuzul Quran dengan tema Alquran sebagai referensi kebangkitan ekonomi ummat dengan penceramah Dr Tgk H AWWALUL ZIKRI Lc MA merupakan Dosen IAIN Aceh Timur dan pimpinan pasantren DAR FAQIH QURANI ACEH Timur yang di selenggarakan pada Mesjid Agung Islamic Centre kota Lhokseumawe 6 Maret 2026.

Kepala Dinas Syariat Islam dan pendidikan Dayah kota Lhokseumawe(DSIPD )bapak Sufri S Ag M M dalam kata sambutannya mengatakan
“kami selaku panitia, menyelenggarakan kegiatan di masjid agung Islamic Centre kita tercinta ini dalam rangka untuk turut menyemarakkan peringatan Nuzulul Quran 1447 H. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah kota Lhokseumawe seluruh jamaah, pengisi acara, serta semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini. Tanpa dukungan dan kebersamaan, tentu acara ini tidak akan berjalan dengan baik.

Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam persiapan maupun pelaksanaan acara terdapat kekurangan. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan semakin menguatkan ukhuwah Islamiyah di antara kita. Unjar bapak Sufri

Walikota Lhokseumawe bapak Dr Sayuti Abubakar SH MH dalam kata sambutannya mengatakan Pemerintah Kota Lhokseumawe sangat berkomitmen menjadikan kota kita ini sebagai kota yang aman, damai, dan kondusif. Hal ini hanya bisa terwujud jika kita, sebagai umat Islam, membumikan Al-Quran, menjadikannya pedoman, dan cerminan akhlak dalam bermasyarakat.

Ustad kondang Dr Tgk H AWWALUL ZIKRI Lc MA dalam ceramah singkat” Malam Nuzulul Quran merupakan peristiwa dimana Kitab Suci Al-Quran, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira, Jabal Nur.

Peristiwa ini terjadi pada 17 Ramadhan 610 M. Sampai sekarang, Al-Qur’an berperan sebagai pedoman hidup dan landasan hukum agama Islam.

“Al-Qur’an menawarkan kerangka kerja komprehensif untuk kebangkitan ekonomi umat melalui prinsip-prinsip syariah yang menekankan pada keadilan, produktivitas, distribusi kekayaan yang merata, dan pelarangan praktik eksploitatif seperti riba. Sebagai pedoman hidup, Al-Qur’an tidak hanya mengatur ibadah ritual, tetapi juga memberikan landasan teologis dan praktis bagi pengembangan ekonomi yang berkeadilan dan membawa berkah.

Jurnalis Faisal Mubarak