Pendopo Bupati Bireuen Resmi Jadi Museum Perjuangan, Hidupkan Kembali Semangat Juang Bangsa

Bireuen – detikperistiwa.co.id

Pemerintah Kabupaten Bireuen resmi menetapkan Pendopo Bupati Bireuen sebagai Museum Perjuangan Bireuen, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Bireuen ke-26, Senin (7/10/2025).

Peresmian tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen Dr. Muslem, M.Si, Ketua MPU Bireuen Tgk. Saifuddin, SH, serta unsur Forkopimda, anggota DPRK, dan tamu undangan dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan pelajar.

Dalam sambutannya, Bupati Mukhlis mengatakan bahwa pendirian museum ini merupakan bentuk penghargaan atas perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

> “Peresmian ini dilakukan untuk menghidupkan kembali sejarah perjuangan bangsa dalam mempertahankan Republik Indonesia. Pendopo Bireuen menjadi tempat bersejarah, di mana Kolonel Husin Yusuf bersama komandemen Sumatera pernah berjuang mempertahankan kedaulatan RI,” ujar Bupati Mukhlis.

 

Bupati menambahkan, museum ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar dapat belajar dari semangat juang para pendahulu.

> “Kita harapkan anak-anak sekolah, mahasiswa, dan masyarakat dapat datang dan menyaksikan langsung semangat juang para pahlawan,” harapnya.

 

Sebelumnya, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Aceh menyampaikan bahwa penetapan Pendopo Bireuen sebagai Museum Perjuangan merupakan upaya untuk mengenang kembali peran penting wilayah tersebut dalam sejarah kemerdekaan.

> “Pendopo ini memiliki nilai historis tinggi karena pernah menjadi tempat menginap Presiden Soekarno dalam masa perjuangannya bersama para pejuang demi NKRI,” ungkapnya.

 

Kepala UPTD Museum Aceh, Nurhayati, S.Pd, turut menambahkan bahwa kehadiran Museum Perjuangan Bireuen diharapkan mampu menumbuhkan rasa patriotisme dan cinta tanah air.

> “Mari kita jadikan Museum Perjuangan Bireuen sebagai rumah pengetahuan, rumah aspirasi, serta bentuk penghargaan kepada putra-putri Bireuen yang telah berjuang mempertahankan Republik Indonesia,” ujarnya.

 

Museum ini sendiri merupakan hasil revitalisasi oleh Kementerian Kebudayaan pada tahun 2023–2024, dan secara resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya melalui Keputusan Bupati Bireuen Nomor 400/6.2.2/804 Tahun 2025.

Setelah prosesi peresmian, para tamu undangan diajak berkeliling museum untuk menyaksikan ruang-ruang bersejarah, termasuk kamar Kolonel Husin Yusuf dan kamar Presiden Soekarno yang pernah bermalam di tempat tersebut.

Acara berlangsung khidmat dan penuh makna, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan yang tumbuh di tanah Bireuen—tanah yang sarat dengan sejarah dan semangat kebangsaan.

(WAR.N )

Respon (14)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hayo mau copy paste ya?