Pengawasan Pembersihan Longsor,Alat Berat Eskavator Buka Akses Dua Desa di KKecamatan Ketol

Aceh Tengah – detikperistiwa.co.id

Babinsa Koramil 09/Ketol Serda Sukurdi melaksanakan pengawasan pekerjaan alat berat eskavator di ruas jalan menuju Desa Bah dan Desa Serempah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, pada Selasa, 6 Januari 2026.Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan proses pembersihan badan jalan yang tertimbun material longsor dapat berjalan aman dan lancar.

Pengawasan tersebut merupakan bagian dari tugas kewilayahan TNI dalam membantu penanganan bencana alam yang terjadi di wilayah Kecamatan Ketol.Longsor yang menutup badan jalan sebelumnya menyebabkan akses transportasi masyarakat ke dua desa tersebut terganggu total, sehingga diperlukan langkah cepat untuk membuka kembali jalur penghubung antar desa.

Material tanah, bebatuan, dan batang pohon yang terbawa longsor menutupi hampir seluruh badan jalan di kawasan Desa Pantan Penyo.Jalan itu merupakan satu-satunya akses utama bagi warga Desa Bah dan Desa Serempah untuk menuju pusat kecamatan maupun ke daerah lainnya. Kondisi ini membuat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial masyarakat terhambat.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menurunkan bantuan alat berat sebanyak satu unit berupa eskavator. Alat berat itu mulai bekerja sejak pagi hari dengan fokus membuang timbunan yang berada di badan jalan serta merapikan sisi tebing agar tidak kembali longsor.

Serda Sukurdi menjelaskan bahwa kehadiran aparat TNI di lokasi bertujuan mengoordinasikan pekerjaan di lapangan, membantu mengamankan area kerja, serta memberikan rasa tenang kepada masyarakat.Menurutnya, pengawasan diperlukan karena kondisi medan cukup berat dan rawan terjadi longsor susulan akibat curah hujan yang masih tinggi.

“Hari ini eskavator telah berhasil membuang sebagian besar timbunan di badan jalan. Proses pembersihan dilakukan bertahap agar akses masyarakat dari Desa Pantan Penyo menuju Desa Bah mulai dapat dilintasi,” ujar Serda Sukurdi saat ditemui di lokasi kegiatan.Ia juga mengimbau warga untuk tetap berhati-hati ketika melintas karena jalan masih dalam tahap perbaikan.

Berdasarkan hasil pekerjaan hari itu, eskavator difokuskan membuang seluruh material yang menghalangi jalur transportasi.Pembukaan akses ini sangat membantu warga, terutama para petani dan pedagang yang harus mengangkut hasil bumi. Dengan terbukanya jalan, kendaraan roda dua sudah mulai dapat melintas meskipun kendaraan roda empat masih menunggu penyelesaian akhir.

Camat Ketol yang mendapat laporan dari Babinsa menyampaikan apresiasi atas sinergi antara TNI dan PUPR dalam penanganan bencana tersebut. Kerja sama lintas instansi dinilai menjadi solusi efektif dalam mengatasi dampak longsor.Pemerintah kecamatan juga akan terus memonitor perkembangan cuaca dan kondisi tebing di sepanjang jalan itu.

Kegiatan pembersihan direncanakan berlanjut hingga beberapa hari ke depan sampai jalan benar-benar normal kembali.Selain membuka akses, pekerjaan eskavator juga bertujuan memperkuat struktur jalan agar lebih aman dari ancaman longsor berikutnya. Masyarakat di sekitar lokasi tampak antusias membantu secara gotong royong.(#)