Bireuen – detikperistiwa.co.id
Sebanyak dua Kepala Keluarga (KK) dari lima kepala keluarga yang mendirikan tenda pengungsian di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen ternyata sudah terlebih dulu menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) yang disalurkan oleh Pemerintah Pusat.
Suratinnur salah satu korban banjir yang masih menetap di tenda pengungsian di Gampong Kapa Kecamatan Peusangan mengaku sudah menerima DTH.
“Saya sudah menerima DTH, sementara Jadup belum diterima,” ucap Suratinnur kepada Wartawan pada Kamis 12 Maret 2026.
Suratinnur menjelaskan, para pengungsi yang mendirikan tenda di halaman Kapuspemkab Bireuen bukan untuk menuntut uang atau dana lainnya. Mereka menuntut Pemerintah segera membangun Huntara dan Huntap karena sudah tiga bulan masih tinggal di tenda pengungsian.
“Nyo hana rumoh kepu teuh peng (Kalau tidak dibangun rumah untuk apa uang – red),” sebut Suratinnur.
Dikatakan Suratinnur, para pengungsi yang menempati halaman kantor pusat pemerintahan kabupaten Bireuen belum bisa memastikan hingga kapan sanggup bertahan ditempat tersebut.
“Kami kesini menunggu untuk menagih janji Bupati. Kalau untuk kenyamanan kami lebih nyaman disini walaupun dibawah tenda karena ada pohon besar tidak seperti di Kampung dibawah terik matahari,” kata Suratinnur.
Sementara itu, Ruslan mengatakan para pengungsi dari Gampong Kapa yang mendirikan tenda di Komplek Pusat Pemerintah Kabupaten Bireuen sebanyak lima Kepala Keluarga.
“Kami disini sebanyak 16 orang termasuk bayi dari 5 KK,” sebut Ruslan.
Ruslan berharap, berharap pemerintah segera membangun huntara sementara menunggu dibangunnya hunian tetap karena sudah tidak sanggup tinggal di dibawah tenda pengungsian karena panas.
Ruslan menambahkan, dari lima Kepala Keluarga yang menempati tenda di Komplek Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen ada terdapat dua Kepala Keluarga yang sudah menerima DTH.
“Dari 5 KK yang hadir kesini, 2 KK sudah menerima DTH itupun belum semuanya, sementara Jadup Belum ada,” pungkas Ruslan
(Erna)


