Bireuen – detikperistiwa.co.id
Mukhtaruddin, seorang penjual bakso keliling yang memiliki pengalaman selama 19 tahun dalam bidangnya, saat ini menghadapi tantangan serius dalam menjalankan usahanya. Dilahirkan pada tanggal 21 Juli 1970 di Geulumpang Baro, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, Mukhtaruddin mengalami penurunan signifikan dalam omset penjualan bakso kelilingnya.
Menurutnya, penurunan omset tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh faktor eksternal seperti cuaca atau lokasi, melainkan lebih dipengaruhi oleh perburukan kondisi sosial ekonomi di sekitarnya. Mukhtaruddin dengan tegas menyatakan bahwa meningkatnya kasus korupsi telah membuat keadilan semakin menjauh dari masyarakat kecil seperti dirinya. Dampaknya, masyarakat semakin menderita dan daya beli mereka pun semakin terkikis.
Kesulitan yang dialami Mukhtaruddin tidak hanya dirasakannya sendiri, tetapi juga dirasakan oleh rekan-rekan seprofesinya. Mereka bersama-sama merasa terpinggirkan dan mengalami kesulitan dalam mempertahankan usaha mereka.
Demi menjaga kelangsungan usahanya, Mukhtaruddin berharap agar pemerintah Kabupaten Bireuen dapat memberikan bantuan modal usaha. Dengan bantuan tersebut, ia optimis dapat meningkatkan kembali omset penjualannya dan mampu bertahan dalam usahanya yang telah dibangun selama hampir dua dekade.
Mukhtaruddin menambahkan bahwa dukungan dari pemerintah tidak hanya akan bermanfaat bagi dirinya, tetapi juga akan memberikan dampak positif bagi para pedagang lainnya dalam menciptakan kondisi ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Bireuen secara keseluruhan.


