Peringatan  ASYURO Di Semarang IMAM HUSEIN TAULADAN MANUSIA DAN KEMANUSIAAN

Https//detikperistiwa.co.id

Peringatan Asyuro di Semarang.
Imam Husein Tauladan Manusia dan Kemanusiaan



Semarang. Menjalin ukhuwah Islamiyyah serta Ukhuwah antar umat beragama menjadi hal penting pada penyelenggaraan Asyuro kali ini, karena beberapa tokoh agama serta tokoh lintas agama juga turut diundang.

Begitulah ungkapan dari Novel Assegaf, ketua panitia pada peringatan Asyuro yang di selenggarakan di MAC Ballroom Jalan Majapahit 168 Semarang, bahwa pada acara kali ini sekitar 2500 pengunjung hadir dari berbagai kalangan dan di berbagai kota/Kabupaten di Jateng. ” Menegaskan serta memberikan bukti bahwa ajaran Ahlul Bayt ( keluarga Nabi ) tidak sebagaimana di narasikan di luar, yang cenderung mendiskreditkan bahkan negatif terhadap madzab kami yaitu madzab Ja’fari atau Ahlulbayt Nabi SAW,” ungkapnya.

Meski santer ada kabar tidak hanya kali ini, namun setiap tahun di adakan peringatan Asyuro selalu ada penolakan dari berbagai kalangan intoleran, Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dan aman dari awal sampai akhir.

Acara terselenggara di MAC Ballroom Jl.Majapahit 168 Gayamsari Semarang.  Untuk kesekian kalinya Yayasan Nuruts Tsaqolain menyelenggarakan Asyuro ( 10 Muharam ) meski sering ada upaya penolakan dari kelompok intoleransi, namun acara tetep berjalan lancar,aman dari awal sampai akhir.

Asyuro kali ini mengambil tema Nilai Nilai Imam Husein (as) Sebagai Tauladan Manusia Membela Yang Tertindas. Dalam sambutannya Syarif Hidayatulloh selaku wakil dari Kemenag Kota Semarang mengatakan bahwa, perlunya menjaga iklim toleransi di kota Semarang dengan upaya mencegah aksi intoleransi dan tidak berprilaku diskriminatif kepada golongan apapun. Selain itu menegaskan juga bahwa Kota Semarang tidak pernah menyediakan “ruang” bagi kelompok intoleransi.

Sementara sambutan dari Yusuf selaku PJ Gubernur menandaskan bahwa perlunya meneladani Imam Husein dalam kehidupan kemanusiaan.

Yazid bin Muawiyah adalah sebuah Imperium atau negara besar, dengan ribuan pasukan, apakah bisa di sebut “berperang” ketika berhadapan dengan  “rombongan” Imam Husein yang “hanya” berjumlah 70 orang terdiri dari keluarga Imam Husein,kerabat beserta para sahabatnya, tanpa ada sedikitpun persiapan untuk berperang. Suatu jumlah yang sangat tidak seimbang, meski demikian Imam Husein tidak gentar atau tunduk di hadapan ribuan pasukan tersebut. Demikian di narasikan oleh Ustadz Miqdad Turkan selaku pembicara di acara Asyuro saat ini.

Tampak hadir pada acara kali ini tidak hanya di hadiri para pecinta Imam Husein di berbagai kota namun juga dari unsur atau jajaran Pemkot, gubernur, Polda, FKUB, tokoh lintas Agama, tokoh masyarakat dan masih banyak lagi.

-Pram- Biro Kendal

Mujihartono Kaperwil Jateng

Polri merekrut 45 orang calon perwira yang dipersiapkan untuk memerangi kejahatan siber. Calon perwira yang terdiri dari 38 pria dan 7 wanita ini direkrut melalui jalur Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS). Puluhan calon perwira tersebut memiliki latar belakang kemampuan di bidang Teknologi Komputer, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Informatika, Desain Komunikasi Visual, Agen/Teknologi/Siber/Ekonomi Intelejen, Rekayasa Kriptografi, Rekayasa Perangkat Keras Kriptografi dan Keamanan Siber. As SDM Kapolri Irjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum, M.Si., M.M., menurutkan penguatan personel dakam bidang teknologi dan informasi ini sebagai upaya persiapan Korps Bhayangkara dalam menghadapi kejahatan siber di dunia maya. “SSDM Polri, sesuai tugas dan fungsinya, dan tentunya sesuai arahan bapak Kapolri, merekrut personel untuk memperkuat kemampuan memerangi kejahatan siber,” tutur As SDM Kapolri, Jumat (12/7).

Pram Kabiro Kendal

Penulis: Pramudyo Kabiro KendalEditor: Mujihartono Kaperwil JatengSumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hayo mau copy paste ya?