PMI Sosialisasikan Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Kekerasan Gender di SMAN 1 Bukit

BENER MERIAH – detikperistiwa.co.id

Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan lembaga PLAN Indonesia menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan bagi 60 siswi di SMA Negeri 1 Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada para remaja putri mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh, khususnya terkait kesehatan reproduksi, kesehatan saat menstruasi, serta pencegahan kekerasan berbasis gender.

Dalam kegiatan tersebut, PMI menghadirkan tiga narasumber yakni Udi Azhar, A.Md.Kep, Hidayah Murni, A.Md.Kep, dan Elba Yusvik yang memberikan pemaparan materi kepada para peserta sosialisasi.

Udi Azhar dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembekalan materi kesehatan bagi remaja sangat penting sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai permasalahan yang kerap terjadi pada usia remaja, termasuk pernikahan dini dan pergaulan bebas.

“Pembekalan materi ini sangat penting agar remaja dapat memahami tanda-tanda terjadinya pernikahan dini serta mampu menghindari pergaulan bebas yang dapat berdampak buruk bagi masa depan mereka,” ujar Udi Azhar.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai kesehatan reproduksi remaja yang dibawakan oleh Hidayah Murni bersama Elba Yusvik. Dalam pemaparannya, keduanya menjelaskan berbagai aspek penting terkait kesehatan reproduksi serta cara menjaga kebersihan dan kesehatan selama masa menstruasi.

Selain itu, para narasumber juga memberikan pemahaman tentang kekerasan berbasis gender yang kerap terjadi di lingkungan remaja, termasuk bagaimana cara mengenali, mencegah, serta melaporkan tindakan kekerasan tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, para siswi menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari aktifnya peserta dalam mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab, bahkan beberapa peserta turut merangkum kembali materi yang telah disampaikan oleh para narasumber.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para siswi dapat memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta mampu menjadi agen perubahan yang dapat menyebarkan informasi dan edukasi kepada teman sebaya maupun masyarakat luas.

(Syazana Afifah)