Polemik Menu MBG di Sandubaya 2 Ramai Dibahas, Pengelola Dapur Beri Penjelasan dan Wakil Bupati Lotim Luruskan Informasi

Detikperistiwa.co.id – Lombok Timur — Isu mengenai porsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur menjadi perhatian publik setelah foto salah satu menu beredar di media sosial dan memicu berbagai komentar dari masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sandubaya 2, M. Taufiqurrahman, menyampaikan bahwa makanan yang dibagikan kepada siswa telah mengikuti ketentuan yang ditetapkan dalam pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, pihak pengelola dapur tetap menghargai berbagai tanggapan yang muncul di masyarakat. Kritik dan saran, kata dia, akan dijadikan bahan evaluasi agar pelayanan dalam program MBG dapat terus ditingkatkan.

Ia juga mengajak masyarakat yang ingin mengetahui menu MBG setiap hari untuk mengikuti informasi yang dibagikan melalui akun Facebook Dapur Namira, yang secara rutin memperlihatkan menu makanan yang disiapkan bagi para siswa.

Taufiqurrahman menjelaskan bahwa menu yang sempat menjadi perbincangan itu merupakan paket makanan dengan nilai sekitar Rp8.000 per porsi untuk siswa. Paket tersebut berisi kentang, tempe, dan ayam yang dimasak dengan metode ungkep. Sementara untuk porsi orang dewasa, menu yang disediakan dilengkapi tambahan telur.

Ia juga memaparkan gambaran biaya bahan makanan yang digunakan. Harga kentang di pasaran sekitar Rp17.000 per kilogram, dengan jumlah sekitar lima hingga enam buah dalam satu kilogram. Jika satu porsi menggunakan satu kentang, maka biaya yang diperlukan berkisar Rp3.000.

Sedangkan tempe diperkirakan sekitar Rp1.000 per potong, dan ayam sekitar Rp4.000 per porsi, dengan harga ayam di pasaran sekitar Rp42.000 per kilogram.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Timur, Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM, juga memberikan klarifikasi terkait kabar yang menyebut dapur yang menjadi sorotan tersebut berkaitan dengan dirinya.

Edwin menegaskan bahwa dapur yang ramai dibicarakan tersebut bukan miliknya dan tidak memiliki hubungan dengan dirinya. Ia menjelaskan bahwa dirinya memang memiliki dua dapur, namun keduanya merupakan fasilitas pribadi.

Kedua dapur tersebut berada di Pendopo 2 serta di Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancor, yang merupakan bagian dari rumah pribadinya.

Dengan demikian, Edwin memastikan bahwa dapur yang viral dalam pemberitaan maupun media sosial tersebut tidak ada kaitannya dengan dirinya.(win)