Jember – detikperistiwa.co.id
Konflik yang sering terjadi antara kelompok tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) pada umumnya berakar pada masalah kepengurusan, pengelolaan bantuan alsintan, dan distribusi pupuk subsidi yang tidak merata atau transparan.
Inilah yang terjadi di kelompok tani yang ada didesa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember.melalui musyawarah guna mendapatkan titik temu akar permasalahan, mereka dari Gapoktan dan kelompok tani adakan musyawarah yang dihadiri oleh Dinas TPHP, Camat Bangsalsari,Kepala desa Karangsono,PPL, dan juga dari Bhabinkamtibmas Polsek Bangsalsari.tepatnya hari Rabu tanggal 28-01-2026.
Bertempat di Balai Penyuluh Pertanian yang ada di wilayah kecamatan Bangsalsari, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) hadir tidak lain guna menyerap aspirasi dari kelompok tani yang ada didesa Karangsono.
Muhammad Jamil selaku kepala dinas TPHP Kabupaten Jember yang hadir langsung, juga sangat mengapresiasi musyawarah tersebut yang telah dilakukan dengan terbuka tanpa ada yang ditutup tutupi.
Dia juga berpesan, kalau itu sudah menjadi persoalan yang perlu disampaikan dan apa yang menjadi uneg-uneg para petani agar disampaikan secara keseluruhan dalam forum .
Dalam forum hari ini setidak tidaknya mempertemukan berbagai sudut pandang, berbagai macam informasi, dan berbagai macam pemahaman tentang masalah yang hari ini di hadapi.
kita juga akan catat semua masukan dari kelompok tani desa karangsono.
Sebelum meninggalkan ruang musyawarah, kepala dinas TPHP yang baru menjabat kurang lebih tiga Minggu ini sangat optimis masalah tersebut akan dapat bisa terselesaikan dengan baik.kami juga berharap permasalahan ini tidak hanya selesai dalam forum hari ini, sehingga masalah pertanian yang ada di desa Karangsono tersebut betul betul clear.jelasnya(AR)


