Polres Karangasem Gelar Minggu Kasih Bersama Warga Desa Adat Jasri, Wujudkan Kepedulian dan Penguatan Kamtibmas

Karangasem | detikperistiwa.co.id 

Wantilan Desa Adat Jasri di Lingkungan Jasri Kaler, Kelurahan Subagan, dipenuhi warga pada Minggu pagi, 15 Maret 2026. Mulai pukul 09.00 Wita, kegiatan Minggu Kasih Bersama Polres Karangasem berlangsung dengan penuh kehangatan. Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika, S.H., S.I.K., M.I.K., memimpin langsung kegiatan yang bertujuan mempererat hubungan polisi dengan masyarakat sekaligus memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan.

 

Acara yang dihadiri oleh jajaran Polres Karangasem, tokoh adat, aparat pemerintahan desa, hingga Seka Teruna Desa Adat Jasri ini menjadi momentum penting di tengah situasi yang memerlukan perhatian khusus.

 

Membuka rangkaian acara, Bendesa Adat Jasri I Ketut Sanur menyampaikan terima kasih atas kepedulian Polres Karangasem. “Kegiatan Minggu Kasih ini sangat baik karena menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi serta mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat,” ujarnya.

 

Sementara Bendesa Adat juga menyampaikan harapan khusus kepada Kapolres terkait situasi yang akan dihadapi dalam beberapa hari ke depan. Tahun 2026 menjadi tahun yang istimewa karena Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026 bertepatan dengan malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kondisi ini memerlukan pemahaman dan kearifan bersama dari seluruh elemen masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika mengawali dengan mengajak hadirin memanjatkan puji syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas kesehatan dan kesempatan berkumpul bersama. Ia menegaskan komitmen Polres Karangasem untuk menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

 

“Kami mengajak untuk bersama-sama menjaga kondusifitas kamtibmas di wilayahnya masing-masing. Kalau ada masalah yang terjadi, saya harapkan dapat diselesaikan secara musyawarah atau kekeluargaan,” tegas Kapolres.

 

Kapolres juga menyinggung isu sensitif yang masih menjadi perhatian, yakni masalah tapal batas. Ia mengimbau agar persoalan tersebut disikapi dengan kepala dingin dan diselesaikan melalui dialog, sehingga situasi kamtibmas di Karangasem, khususnya di Desa Adat Jasri, dapat terjaga dengan baik.

 

Kehadiran Polres Karangasem dalam kegiatan Minggu Kasih bukan sekadar seremonial. “Kehadiran kami bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberi bantuan kepada warga yang benar-benar tidak mampu serta kursi roda bagi yang benar-benar membutuhkan,” kata Kapolres.

 

Kapolres menyampaikan beberapa pesan penting terkait kamtibmas, terutama menghadapi momentum bersejarah di mana Hari Raya Nyepi bertepatan dengan malam takbiran. Berdasarkan seruan bersama yang telah disepakati, umat Islam diperkenankan melaksanakan takbiran dan sholat Tarawih di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki atau di rumah masing-masing, tanpa penggunaan pengeras suara, dengan penerangan terbatas, mulai pukul 20.00 Wita sampai dengan pukul 21.30 Wita.

 

“Tugas dan tanggung jawab tidak hanya berada di pihak Kepolisian saja, tetapi bapak/ibu maupun adik-adik juga tetap bertanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Bilamana hal-hal yang tidak diinginkan tetap terjadi, kami selaku pihak Kepolisian akan menindak dengan tegas,” tegasnya.

 

Puncak acara ditandai dengan penyerahan bantuan sosial berupa kursi roda dan bingkisan sembako oleh Kapolres Karangasem yang didampingi Bhayangkari Cabang Karangasem kepada masyarakat Desa Adat Jasri yang membutuhkan. Sebanyak tiga warga menerima bantuan kursi roda, sementara sejumlah warga lainnya menerima bingkisan sembako.

 

 

Sby

Hayo mau copy paste ya?