Aceh Tengah – detikperistiwa.co.id
Pembangunan jembatan gantung di Desa Burlah, Kabupaten , yang dilaksanakan oleh jajaran pada Kamis (18/2/2026) pukul 16.28 WIB, telah mencapai progres 55,2 persen. Proyek infrastruktur ini ditujukan untuk meningkatkan konektivitas antar desa di wilayah Kecamatan Ketol dan sekitarnya, sekaligus memperlancar akses transportasi warga serta distribusi hasil pertanian.
Kegiatan pembangunan dilakukan di ruas jalan yang menghubungkan Desa Kala Ketol, Desa Burlah, Desa Kekuyang, Desa Buge Ara, hingga Desa Bintang Pepara. Jembatan yang dibangun merupakan tipe jembatan gantung dengan panjang bentang 120 meter. Pekerjaan ini menjadi bagian dari dukungan TNI AD dalam percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan di wilayah pedalaman Kabupaten Aceh Tengah.
Komandan pelaksana lapangan dari Koramil 09/Ketol, Kapten Inf Iwan Mulyawan, menyampaikan bahwa pada hari pelaksanaan dilakukan penyetelan seling atas serta penyetelan seling lantai. Dua item pekerjaan tersebut merupakan tahap krusial sebelum masuk ke pekerjaan lanjutan pada lantai jembatan dan penguatan struktur penyangga. “Pekerjaan difokuskan pada penyesuaian ketegangan seling agar konstruksi utama dapat berdiri stabil dan sesuai spesifikasi teknis,” ujarnya di lokasi kegiatan.
Personel yang terlibat dalam pekerjaan terdiri dari tujuh anggota Koramil 09/Ketol yang dipimpin Kapten Inf Iwan Mulyawan serta 10 personel Yon TP 854 di bawah kendali Serda Peryuda Situmeang. Pada pelaksanaan hari ini, keterlibatan masyarakat setempat tercatat nihil karena fokus pekerjaan berada pada tahapan teknis yang memerlukan tenaga terlatih. Meski demikian, koordinasi dengan aparatur desa tetap dilakukan untuk mendukung kelancaran mobilisasi material dan pengamanan lokasi.
Sejumlah material utama telah dimobilisasi ke lokasi pembangunan, antara lain semen sebanyak 490 sak, pasir 13 truk, kerikil atau batu split lima truk dan satu unit mobil L300, serta berbagai jenis besi tulangan dan besi ulir. Selain itu, telah tersedia komponen penting konstruksi seperti sling 36 milimeter dua gulung, angkur tiang 16 buah, tiang tower delapan buah, roda seling empat buah, serta baut dan cekam seling untuk penguatan sambungan struktur.
Untuk kebutuhan finishing dan perlindungan material, cat warna merah dan putih masing-masing lima kaleng beserta thinner telah disiapkan. Komponen pendukung lain seperti besi holo, plat baja, besi UMP, baut ulir, serta as angkur seling juga sudah berada di lokasi. Ketersediaan material ini dinilai cukup untuk melanjutkan pekerjaan hingga tahapan berikutnya tanpa kendala berarti dari sisi logistik.
Kendala utama yang dihadapi pada hari pelaksanaan adalah ketidakhadiran teknisi yang berpengalaman dalam penyetelan lanjutan beberapa komponen khusus. Meski demikian, pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana dengan memaksimalkan kemampuan personel yang ada. Kondisi cuaca terpantau cerah, sehingga proses penyetelan seling dapat dilakukan dengan aman dan efisien tanpa hambatan hujan atau angin kencang.
Pembangunan jembatan gantung Desa Burlah ditargetkan rampung pada Februari 2026. Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh warga antar desa, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, serta memperlancar akses layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Kodim 0106/Aceh Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal progres pekerjaan hingga tuntas sesuai target mutu dan waktu yang telah ditetapkan.(#)


