Takengon – detikperistiwa.co.id
Pembangunan jembatan gantung di Desa Burlah, Kabupaten Aceh Tengah, yang dilaksanakan oleh jajaran Kodim 0106/Aceh Tengah, pada Rabu (18 Februari 2026) pukul 12.00 WIB, telah mencapai progres 55 persen. Pekerjaan infrastruktur penghubung antarwilayah desa tersebut difokuskan untuk membuka akses transportasi warga pada ruas Desa Kala Ketol–Desa Burlah–Desa Kekuyang–Desa Buge Ara–Desa Bintang Pepara.
Pembangunan jembatan gantung sepanjang 120 meter itu berada di wilayah Desa Burlah, Kabupaten Aceh Tengah, dengan fungsi utama sebagai penghubung jalur darat yang selama ini sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Jembatan bertipe gantung ini dirancang untuk memudahkan mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial warga di sejumlah desa yang saling terhubung.
Kegiatan konstruksi dilaksanakan oleh personel TNI AD yang tergabung dari Koramil 09/Ketol sebanyak enam orang dipimpin Serka Suyanto, personel Yon TP 854 sebanyak 13 orang dipimpin Sertu Windra, serta dua personel Pusziad dipimpin Serka Bahtiar. Pada hari pelaksanaan tersebut, keterlibatan masyarakat setempat belum tercatat, meski ke depan diharapkan partisipasi warga akan meningkat seiring masuknya tahap pekerjaan lanjutan.
Pada hari laporan, tim teknis memfokuskan pekerjaan pada penarikan sling atas sebelah kiri dari tepi dekat ke tepi jauh serta penyetelan sling atas sebelah kanan. Tahapan ini merupakan bagian krusial dalam konstruksi jembatan gantung karena menentukan kekuatan bentang utama dan kestabilan struktur sebelum pemasangan lantai jembatan dan elemen pendukung lainnya dilakukan.
Mobilisasi material dan bahan bangunan ke lokasi proyek telah berlangsung bertahap. Material yang telah tersedia di antaranya semen 490 sak, besi berbagai ukuran dan jenis, kerikil atau batu split lima truk dan satu mobil L300, pasir 13 truk, tiang pylon empat unit, sling ukuran 1,5 inci dan 1 inci masing-masing satu gulung, serta sejumlah komponen pengikat dan aksesoris konstruksi lainnya. Ketersediaan material ini diharapkan mampu menjaga ritme pekerjaan sesuai jadwal.
Selain material utama, perlengkapan pendukung pekerjaan seperti cat minyak merah dan putih, thinner, klam sling, klam hanger, baut ulir, besi UNP galagar lintang, plat baja, serta peralatan pengecatan juga telah dimobilisasi ke lokasi. Kelengkapan logistik tersebut dinilai penting untuk mempercepat proses finishing struktur setelah rangka utama jembatan terpasang.
Target penyelesaian pembangunan jembatan gantung ini ditetapkan pada Februari 2026. Dengan capaian progres 55 persen, tim pelaksana optimistis pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sepanjang kondisi lapangan mendukung. Namun demikian, cuaca mendung yang terjadi pada hari pelaksanaan menjadi salah satu kendala yang berpotensi memperlambat proses kerja, terutama pada tahap pekerjaan yang memerlukan kondisi kering dan visibilitas baik.
Pihak pelaksana menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan konektivitas wilayah pedesaan di Aceh Tengah. Dengan rampungnya jembatan gantung Desa Burlah, diharapkan akses transportasi warga menjadi lebih aman dan efisien, waktu tempuh antar desa semakin singkat, serta aktivitas ekonomi dan layanan sosial masyarakat dapat berjalan lebih lancar.(#)


