Aceh Tengah – detikperistiwa.co.id
Pembangunan jembatan gantung Kalaili di Kecamatan Linge, Kabupaten , pada Minggu (22/2/2026) pukul 11.50 WIB telah mencapai progres 50 persen. Proyek yang berada di wilayah kerja ini dikerjakan oleh personel TNI AD bersama unsur pendukung lainnya untuk membuka akses penghubung antar desa di kawasan Linge.
Pembangunan jembatan gantung tersebut menghubungkan ruas jalan Desa Owaq menuju kemukiman Wih Dusun Jamat yang melintasi Desa Linge, Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, Desa Kute Reje, hingga Desa Reje Payung. Jembatan ini bertipe jembatan gantung dengan panjang bentang 100 meter dan diproyeksikan menjadi jalur vital bagi mobilitas warga, khususnya untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial.
Pelaksana lapangan melaporkan, material pembangunan disuplai oleh TNI AD dengan melibatkan personel Koramil 05/Linge sebanyak dua orang di bawah pimpinan Lettu Inf Muklis, personel Yon TP 854/DK sebanyak 30 orang dipimpin Letda Inf Iko Andika Mayanda, serta personel Puziad dua orang dipimpin Pelda Joko S. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan pengawasan teknis untuk memastikan standar keselamatan konstruksi terpenuhi.
Hingga Minggu siang, sejumlah pekerjaan struktur utama telah diselesaikan. Abutmen 1A, 1B, 2A, dan 2B rampung dicor, sementara dua tiang tower/pilon pada titik 1 dan titik 2 telah selesai dicat. Untuk sistem penopang, seling bawah masih dalam proses pengepresan, sedangkan seling atas kanan telah memasuki tahap pembentangan sebagai bagian dari persiapan pemasangan lantai jembatan.
Kegiatan harian di lokasi meliputi perakitan dan pengelasan bangku roda seling atas oleh teknisi, pengikatan besi UNP 100 pada seling bawah sebagai dasar pijakan rangka besi hollow, penguraian seling atas dari gulungan untuk persiapan penarikan sisi kiri, serta pengepresan seling bawah sebelum pemasangan elemen penopang lantai. Aktivitas ini dilakukan untuk mempercepat tahapan kritis pemasangan bentang jembatan.
Mobilisasi material dilaporkan telah mencukupi untuk kebutuhan tahap struktur dan lantai, antara lain semen 400 sak, besi behel 50 batang, besi ulir 119 batang, batu split 6 meter kubik, pasir 15 meter kubik, batu 15 meter kubik, seling atas 1½ inci, seling bawah 1 inci, tiang tower delapan unit, besi UNP 100 sebanyak 12 batang, besi hollow 20 batang, serta bahan lantai jembatan dari kayu keras. Selain itu, tersedia tracker seling atas empat unit, cat besi merah dan putih, thinner, kuas, serta komponen pengikat lainnya untuk kebutuhan finishing struktur.
Target penyelesaian pekerjaan ditetapkan pada Februari 2026, seiring percepatan pemasangan seling, rangka lantai, dan penyelesaian akses oprit di kedua sisi jembatan. Proyek ini diharapkan memperpendek waktu tempuh warga antar desa serta meningkatkan keselamatan penyeberangan, terutama saat debit air sungai meningkat.
Meski progres telah mencapai 50 persen, pelaksana mencatat sejumlah kendala teknis, yakni roda seling atas yang belum tersedia karena masih dalam proses pemesanan serta klem/cekam seling atas yang belum datang. Kendala tersebut diantisipasi dengan penyesuaian jadwal kerja pada item lain sambil menunggu kelengkapan komponen, agar target penyelesaian tetap tercapai sesuai rencana.(#)


