Takengon – detikperistiwa.co.id
Progres pembangunan Jembatan Gantung Kalaili di wilayah teritorial Kodim 0106/Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Tengah, pada Jumat (27/2/2026) pukul 11.30 WIB telah mencapai 51,5 persen. Pekerjaan dilakukan oleh personel TNI AD dari Koramil 05/Linge bersama unsur Yon TP 854/DK guna mempercepat konektivitas antar desa di Kecamatan Linge.
Jembatan gantung tersebut dibangun pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Owaq dengan wilayah kemukiman Wih Dusun Jamat, meliputi Desa Linge, Jamat, Delung Sekinel, Kute Reje, dan Reje Payung. Jembatan ini bertipe jembatan gantung dengan panjang bentang 100 meter dan ditargetkan rampung pada Februari 2026 untuk menunjang akses transportasi warga, terutama jalur ekonomi dan mobilitas harian masyarakat.
Dandpp Koramil 05/Linge Lettu Inf Muklis menjelaskan, hingga Jumat siang sejumlah pekerjaan struktur utama telah diselesaikan. “Abutmen 1a, 1b, 2a, dan 2b sudah selesai dicor. Tiang tower atau pilon di titik 1 dan 2 juga telah dicat, serta seling bawah UNP 100 dan besi holo sudah terpasang,” ujarnya. Progres tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kekuatan struktur jembatan sebelum pemasangan lantai jembatan dilakukan secara menyeluruh.
Sementara itu, Dpp Yon TP 854/DK Letda Inf Iko Andika Mayanda menyebutkan personel yang terlibat hari ini berjumlah 33 orang, terdiri dari tiga personel Koramil 05/Linge dan 30 personel Yon TP 854/DK. Mereka fokus pada pekerjaan pemasangan besi holo, pengelasan, pelangsiran papan lantai, serta menyiapkan dan memasang sisa besi UNP 100 yang belum terpasang dan dikunci.
Dari sisi material, mobilisasi bahan bangunan telah berlangsung bertahap. Material yang sudah masuk antara lain semen, besi behel dan besi ulir, batu split, pasir, batu, seling atas dan bawah, tiang tower, kayu keras untuk lantai jembatan, serta berbagai komponen pendukung seperti besi siku, besi UNP 100, tracker seling, cat besi, besi holo, hingga perlengkapan baut lantai papan. Ketersediaan material ini dinilai cukup untuk melanjutkan pekerjaan tahap berikutnya.
Meski demikian, terdapat kendala teknis di lapangan. Baut klem hanger atas masih dalam proses pemesanan, sementara oksigen untuk keperluan pemotongan dan pelubangan plat baut habis sehingga perlu segera disuplai kembali. Kendala tersebut berpotensi memengaruhi ritme kerja apabila pasokan tidak segera terpenuhi.
Pihak TNI menyatakan akan terus mengoptimalkan pengerahan personel dan logistik agar target penyelesaian pada Februari 2026 dapat tercapai. Pembangunan jembatan gantung Kalaili ini diharapkan mampu memperpendek jarak tempuh warga antar desa, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan akses layanan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman Linge.(#)


