Takengon – detikperistiwa.co.id
Progres pembangunan Jembatan Gantung di Desa Burlah, Kabupaten Aceh Tengah, yang berada di wilayah teritorial Kodim 0106/Aceh Tengah, hingga Senin (12/1/2026) pukul 12.40 WIB telah mencapai 19 persen. Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat setempat.
Jembatan gantung tersebut dibangun pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Kala Ketol dengan Desa Burlah, Desa Kekuyang, Desa Buge Ara, hingga Desa Bintang Pepara. Dengan panjang mencapai 120 meter, jembatan ini menjadi sarana vital bagi masyarakat dalam menunjang aktivitas ekonomi, sosial, dan akses pelayanan dasar.
Pengerjaan jembatan melibatkan personel TNI dan masyarakat. Dari Koramil 09/Ketol diterjunkan sebanyak tiga personel yang dipimpin oleh Serka Suyanto, sementara dari Yon TP 854 sebanyak tujuh personel di bawah pimpinan Serda Oktober Yando Sianturi. Selain itu, pembangunan juga didukung oleh partisipasi aktif lima orang warga setempat.
Saat ini, kegiatan difokuskan pada pekerjaan pembobokan batu cadas pada lubang abutment (1). Personel TNI bersama masyarakat melakukan pembobokan menggunakan jack hammer serta pembuangan material hasil pembobokan secara manual. Tahapan ini merupakan bagian penting dalam memastikan kekuatan dan kestabilan konstruksi jembatan.
Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, sejumlah material dan bahan bangunan telah dimobilisasi ke lokasi, di antaranya 80 sak semen, 30 batang besi Ø12, 50 batang besi Ø8 full, 60 batang besi ulir Ø13, serta kerikil sebanyak satu mobil L300. Material tersebut disuplai secara bertahap sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Meski demikian, dalam pelaksanaannya terdapat kendala berupa batu cadas yang sangat keras di dalam lubang abutment (1). Kondisi ini menyebabkan pekerjaan hanya dapat dilakukan secara manual menggunakan jack hammer dengan proses yang relatif lambat dan bertahap.
Pembangunan Jembatan Gantung Desa Burlah ditargetkan selesai pada Februari 2026. Diharapkan, dengan sinergi antara TNI dan masyarakat, seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar sehingga jembatan segera dapat dimanfaatkan oleh warga sebagai akses penghubung antar desa.(#)


