Progres Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili Capai 55 Persen, Target Rampung Maret 2026

Aceh Tengah – detikperistiwa.co.id

Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, yang dilaksanakan oleh personel TNI di wilayah Kodim 0106/Aceh Tengah, hingga Minggu (1/3/2026) telah mencapai progres 55 persen. Jembatan ini dibangun untuk membuka akses penghubung antar desa yang selama ini sulit dilalui masyarakat, khususnya pada musim hujan.

Pembangunan jembatan gantung tersebut menghubungkan ruas jalan Desa Owaq menuju kawasan kemukiman Wih Dusun Jamat, serta melintasi sejumlah desa di Kecamatan Linge, yakni Desa Linge, Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, Desa Kute Reje, dan Desa Reje Payung. Jembatan gantung dengan panjang sekitar 100 meter ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta akses pelayanan dasar.

Komandan pelaksana lapangan dari Koramil 05/Linge, Lettu Inf Muklis, bersama perwira pendamping dari Yon TP 854/DK, Letda Inf Iko Andika Mayanda, memimpin langsung kegiatan pembangunan di lapangan. Sebanyak 3 personel Koramil 05/Linge dan 30 personel Yon TP 854/DK terlibat aktif dalam pengerjaan konstruksi jembatan tersebut.

Hingga saat ini, pekerjaan utama yang telah diselesaikan meliputi pemasangan seling bawah, besi UNP 100, serta besi holo. Selain itu, pemasangan klem hanger tengah berlangsung, sementara papan lantai jembatan masih dalam tahap pengerjaan. Kegiatan pada hari Minggu difokuskan pada pemotongan papan lantai sesuai lebar jembatan, pemasangan besi hanger, pemotongan besi drat untuk pengikatan besi UNP ke hanger, serta pembuatan klem hanger oleh personel TNI bersama teknisi.

Untuk mendukung percepatan pekerjaan, berbagai material konstruksi telah dimobilisasi ke lokasi, di antaranya semen, pasir, batu split, besi behel, besi ulir, besi UNP, besi siku, besi holo, tiang tower, seling atas dan bawah, serta bahan lantai jembatan berupa kayu keras. Material pendukung lain seperti cat besi, baut lantai papan, plat strip, hingga peralatan kerja juga telah tersedia di lokasi pekerjaan.

Pembangunan jembatan gantung ini ditargetkan rampung pada Maret 2026. Keberadaan jembatan diharapkan dapat memangkas waktu tempuh antar desa dan meningkatkan aktivitas ekonomi warga di kawasan pedalaman Kecamatan Linge yang selama ini bergantung pada akses jalan tradisional dan jalur sungai.

Meski demikian, pelaksanaan pekerjaan di lapangan masih menghadapi kendala teknis. Salah satu hambatan yang muncul adalah habisnya pasokan oksigen untuk melubangi besi plat strip sebagai persiapan pemasangan baut cekam. Kendala tersebut tengah diupayakan untuk segera diatasi agar tidak mengganggu target penyelesaian pembangunan.

Pihak pelaksana menyatakan komitmennya untuk terus menggenjot progres pekerjaan sesuai rencana, dengan mengutamakan keselamatan kerja serta kualitas konstruksi. Pemerintah daerah dan masyarakat setempat diharapkan terus mendukung proses pembangunan hingga jembatan gantung Kalaili dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga.(#)