Progres Pembangunan Jembatan Gantung Langit Burni Bius Capai 44,4 Persen

Aceh Tengah – detikperistiwa.co.id

Progres pembangunan Jembatan Gantung Langit yang dikerjakan oleh personel TNI bersama masyarakat di Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, telah mencapai 44,4 persen hingga Kamis, 5 Februari 2026. Pembangunan jembatan ini berada di wilayah teritorial Koramil 08/Silih Nara dan ditargetkan rampung pada Februari 2026.

Jembatan gantung tersebut dibangun untuk menghubungkan Dusun 1 Kampung Burni Bius dengan Dusun 4 dan Dusun 5 Gantung Langit Kampung Bius Utama. Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar akses transportasi warga, khususnya dalam menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Berdasarkan data di lapangan, jembatan gantung ini memiliki panjang 75 meter dengan lebar 1,2 meter. Seluruh material yang digunakan merupakan dukungan dari TNI Angkatan Darat. Lokasi pembangunan berada pada titik koordinat 4°36’15” Lintang Utara dan 96°44’57” Bujur Timur.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan melibatkan personel gabungan yang terdiri dari 30 orang anggota Kodim di bawah pimpinan Serma Carles, 25 orang anggota Yon TP 854/DK yang dipimpin Letda Inf Januar, serta 15 orang warga masyarakat setempat. Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci percepatan pengerjaan proyek tersebut.

Hingga saat ini, sejumlah pekerjaan utama telah diselesaikan. Di antaranya pengecoran beton pada lubang pondasi titik A.1 dan A.2, pemasangan besi rangka cor pada pondasi B.1, serta pengecoran tahap pertama pada pondasi B.2. Selain itu, lantai kerja pada titik B.1 dan B.2 telah dicor, serta tiang pancang di titik A.1 sudah berhasil didirikan.

Kegiatan personel di lapangan saat ini difokuskan pada pemlesteran pondasi B.2, pelangsiran material, serta pembenahan dan perapian material serta besi yang berserakan di lokasi pembangunan. Sejumlah material penting seperti pasir, besi ulir, semen, kerikil, mesin mixer semen, kabel seling, dan tiang pancang jembatan telah tiba di lokasi.

Meski demikian, proses pembangunan masih menghadapi kendala teknis. Jarak antara titik droping material dengan pondasi A dan B mencapai 400 hingga 500 meter dengan medan jalan menurun curam dan harus melewati jembatan darurat. Kondisi tersebut menyebabkan proses pelangsiran material membutuhkan waktu lebih lama.

Dari sisi kondisi lapangan, cuaca pada pagi hingga siang hari terpantau mendung disertai hujan ringan, sementara siang hingga sore hari terjadi mendung dan gerimis ringan. Meski demikian, situasi secara umum terpantau aman dan tidak terdapat hal menonjol yang menghambat jalannya kegiatan pembangunan.

Pembangunan Jembatan Gantung Langit ini diharapkan dapat selesai sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Kecamatan Silih Nara, khususnya dalam meningkatkan konektivitas antar dusun di wilayah tersebut.(#)