Aceh Tengah – detikperistiwa.co.id
Pembangunan Jembatan Gantung Langit di Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, yang dikerjakan oleh personel TNI bersama warga setempat, hingga Kamis, 12 Februari 2026, telah mencapai progres 50,1 persen. Jembatan ini dibangun untuk menghubungkan Dusun 1 Kampung Burni Bius dengan Dusun 4 dan 5 Gantung Langit di Kampung Bius Utama guna memperlancar akses transportasi dan mobilitas warga.
Pekerjaan pembangunan jembatan gantung tersebut berada di wilayah Koramil 08/SN Kodim 0106/Aceh Tengah. Jembatan dirancang dengan panjang 75 meter dan lebar 1,2 meter, melintasi aliran sungai di titik koordinat 4°36’15” LU dan 96°44’57” BT. Seluruh material utama pembangunan disuplai oleh TNI AD dengan target penyelesaian pada Februari 2026.
Komandan lapangan kegiatan menyebutkan, personel yang terlibat terdiri dari 30 anggota Kodim 0106/Aceh Tengah di bawah pimpinan Serma Carles, 21 personel Yon TP 854/DK dipimpin Letda Inf Januar, serta lima orang warga masyarakat. Keterlibatan warga dilakukan sebagai bentuk gotong royong untuk mempercepat pekerjaan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum yang dibangun.
Hingga pertengahan Februari, sejumlah pekerjaan konstruksi utama telah dilaksanakan. Lubang pondasi di titik A.1 dan A.2 telah dilakukan pengecoran beton, sementara lubang pondasi B.1 telah terpasang besi rangka cor dan pondasi B.2 telah dilakukan pengecoran. Selain itu, lantai kerja pada titik B.1 dan B.2 juga telah dicor, serta tiang pancang di titik A.1 telah berhasil didirikan.
Di lapangan, personel melaksanakan pembenahan material dan besi yang berserakan di sekitar lokasi pekerjaan, pemlesteran pondasi jembatan pada titik A.1 dan A.2 di tepi dekat, serta pengumpulan batu dari bantaran sungai untuk kebutuhan bronjong penahan di titik B.1 dan B.2 di tepi seberang. Kegiatan teknis lainnya meliputi pengelasan dasar pada tiang pondasi A.1 dan A.2 serta pemasangan kabel sling yang dibentangkan dari tiang pancang A.1 ke seberang sungai sebagai bagian dari struktur utama jembatan.
Mobilisasi material ke lokasi proyek juga telah berjalan dengan kedatangan pasir, besi ulir, semen, kerikil, mesin mixer semen, kabel sling, dan tiang pancang jembatan. Material tersebut menjadi komponen penting dalam percepatan pembangunan struktur jembatan gantung yang diharapkan dapat segera difungsikan oleh masyarakat.
Kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari dilaporkan cerah dan situasi di lokasi terpantau aman tanpa adanya kejadian menonjol. Faktor cuaca yang mendukung dinilai membantu kelancaran proses pengecoran dan pemasangan konstruksi utama jembatan.
Meski demikian, tim pelaksana menghadapi kendala pada proses pelangsiran material. Jarak antara titik droping material dengan pondasi A di tepi dekat serta pondasi B di tepi seberang mencapai sekitar 400 hingga 500 meter. Medan yang harus dilalui menurun curam dan melewati jembatan darurat, sehingga menyulitkan pengangkutan material dan membutuhkan waktu lebih lama. Kendala ini diantisipasi dengan pengaturan tenaga angkut serta penjadwalan kerja agar target penyelesaian pada Februari 2026 tetap tercapai.(#)


