Rapat Penyelesaian Permasalahan Dan Hambatan Yg Di Hadapi Oleh Pelaku Usaha Serta Merealisasikan Kegiatan Usaha Di Kab Pemalang Jateng.

[2/9, 15.54Pemalang Jateng Detikperistiwa.co.id]

PENYELESAIAN PERMASALAHAN DAN HAMBATAN YANG DIHADAPI PELAKU USAHA DALAM MEREALISASIKAN KEGIATAN USAHA.
Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kab.Pemalang Jateng



Acara Tersebut Yg Di Hadiri Langsung Oleh Beberapa Anggota dewan DPRD Kab.pemalang serta Di Promotori oleh Ketua Komisi C Bagian Anggaran DPRD kab. Pemalang Dalam Hal Ini oleh H.Noor Rosyadi SE.MM
yg Di Dampingi Oleh Wakil Bagian Anggaran DR.H.Mahbub Djunaedi. SE.Msi juga Sekretaris Bagian Anggaran DPRD Kab.Pemalang Mas.Renaldi Firdaus. Juga Yg Lainya.



Dalam acara tersebut, Ketua Komisi C Bagian Anggaran DPRD Kabupaten Pemalang, H. Noor Rosyadi, SE, MM, menyampaikan beberapa poin penting terkait penyelesaian permasalahan dan hambatan yang dihadapi oleh pelaku usaha dalam merealisasikan kegiatan usaha di Kabupaten Pemalang.

Beliau menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah, DPRD, dan pelaku usaha untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif. Beberapa permasalahan yang diidentifikasi meliputi:

1. **Perizinan yang Lambat**: Salah satu hambatan utama yang sering dikeluhkan oleh pelaku usaha adalah lambatnya proses perizinan. Untuk itu, H. Noor Rosyadi mendorong DPMPTSP agar mempercepat proses perizinan dengan mengoptimalkan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) dan memanfaatkan teknologi digital.

2. **Kendala Regulasi**: Pelaku usaha juga sering dihadapkan pada regulasi yang tumpang tindih dan tidak sinkron antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini sering menyebabkan kebingungan dan memperlambat realisasi investasi. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi regulasi untuk mempermudah pelaku usaha.

3. **Akses Pembiayaan**: Salah satu masalah klasik bagi pelaku usaha, terutama UMKM, adalah kesulitan dalam mengakses pembiayaan. DPRD akan berusaha untuk mendorong pemerintah daerah dalam memberikan dukungan kepada UMKM melalui berbagai program kredit dengan bunga rendah serta pelatihan manajemen keuangan.

4. **Infrastruktur**: Noor Rosyadi juga menyoroti pentingnya infrastruktur yang memadai untuk mendukung kegiatan usaha, termasuk jalan, listrik, dan akses internet. Peningkatan infrastruktur ini akan menjadi prioritas dalam anggaran daerah ke depan.

5. **Sumber Daya Manusia (SDM)**: Pengembangan SDM juga menjadi perhatian utama, terutama dalam hal meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal agar sesuai dengan kebutuhan industri. Program pelatihan dan pendidikan vokasi akan terus ditingkatkan.

Pada akhir penyampaiannya, H. Noor Rosyadi mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam mengatasi berbagai hambatan tersebut, dengan harapan bisa menciptakan iklim investasi yang lebih baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pemalang.

<Mujihartono Kaperwil Jateng>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hayo mau copy paste ya?