
Pernyataan Fadia itu dinilai menyakiti hati penyanyi dangdut yang lain. Seakan penyanyi dangdut itu buta hukum.
“Fadia populer hingga terpilih menjadi Bupati Pekalongan karena penyanyi dangdut, mewarisi mendiang ayahnya penyanyi dangdut legendaris A Rafiq. Sekarang terjerat korupsi penyanyi dangdut yang dijadikan kambing hitam,” ujar Rhoma Irama dalam pernyataan tertulis, Sabtu, 7 Maret 2026.
Raja Dangdut yang belum tergantikan oleh penyanyi lain mengimbau Fadia meminta maaf kepada penyanyi dangdut, karena pernyataannya itu menyakiti hati penyanyi sangdut lainnya.
Rhoma Irama Sesalkan Pernyataan Fadia Arafiq: “Jangan Jadikan Penyanyi Dangdut Kambing Hitam”
Polemik muncul setelah pernyataan Bupati Pekalongan yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi, Fadia Arafiq. Dalam keterangannya kepada penyidik, ia mengaku tidak memahami persoalan hukum karena latar belakangnya sebagai penyanyi dangdut, bukan birokrat.
Pernyataan tersebut memicu reaksi dari berbagai kalangan, termasuk dari Raja Dangdut Indonesia, Rhoma Irama. Rhoma menilai ucapan Fadia berpotensi menyakiti hati para penyanyi dangdut lain karena seolah-olah menggambarkan bahwa penyanyi dangdut tidak memahami hukum.
Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan pada Sabtu, 7 Maret 2026, Rhoma Irama menyayangkan sikap Fadia yang menurutnya menjadikan profesi penyanyi dangdut sebagai alasan dalam menghadapi persoalan hukum.
Rhoma juga mengingatkan bahwa popularitas Fadia hingga bisa terpilih menjadi Bupati Pekalongan tidak lepas dari latar belakangnya sebagai penyanyi dangdut. Ia dikenal luas sebagai anak dari penyanyi dangdut legendaris, A. Rafiq.
“Fadia populer hingga terpilih menjadi Bupati Pekalongan karena penyanyi dangdut, mewarisi mendiang ayahnya penyanyi dangdut legendaris A Rafiq. Sekarang terjerat korupsi, penyanyi dangdut yang dijadikan kambing hitam,” ujar Rhoma.
Menurut Rhoma, pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan karena dapat menimbulkan kesan negatif terhadap para pelaku seni dangdut yang selama ini bekerja secara profesional di dunia hiburan.
Ia menegaskan bahwa latar belakang profesi tidak bisa dijadikan alasan untuk menghindari tanggung jawab hukum. Setiap pejabat publik, menurutnya, harus memahami aturan dan kewajiban yang melekat pada jabatannya.
Karena itu, Rhoma mengimbau Fadia Arafiq untuk menyampaikan permintaan maaf kepada para penyanyi dangdut di Indonesia. Ia berharap polemik ini tidak memperburuk citra para seniman dangdut yang telah lama berkontribusi dalam dunia musik Tanah Air.
Kasus yang menjerat Fadia sendiri saat ini masih dalam proses penyidikan oleh aparat penegak hukum. Perkembangan perkara tersebut masih terus dinantikan publik.
Sementara itu, pernyataan Rhoma Irama mendapat perhatian dari berbagai kalangan, terutama komunitas musik dangdut yang merasa profesinya tidak seharusnya disalahkan dalam persoalan hukum yang dihadapi individu tertentu.
Sumber Ngopi Bareng Forsa
Oleh : Mujihartono
Tim Detikperistiwa.co.id


