Ribuan Anggota BLN Sampaikan Aspirasi di Mapolda Jateng, Tekankan Penyelesaian Berbasis Pemulihan Hak

Detikperistiwa.co.id – Semarang — Aksi damai yang melibatkan ratusan hingga ribuan anggota dan investor Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) berlangsung di halaman Mapolda Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini menjadi wadah penyampaian aspirasi sekaligus dorongan agar persoalan koperasi segera dituntaskan secara adil dan tidak merugikan anggota.

Aksi tersebut digelar oleh Solidaritas Aksi Anggota Koperasi BLN (SAK BLN) dengan peserta yang datang dari berbagai wilayah. Mereka membawa tuntutan utama berupa percepatan pengembalian dana serta penanganan masalah yang mengedepankan stabilitas dan keberlanjutan koperasi.

Kuasa hukum investor, Heru Prasetya, dalam orasinya menyatakan bahwa aksi ini mencerminkan suara mayoritas anggota yang masih memberikan kepercayaan kepada BLN. Ia juga menekankan pentingnya menjaga gerakan tetap murni tanpa kepentingan pihak luar yang tidak mewakili keseluruhan anggota.

Menurutnya, puluhan ribu anggota masih berharap adanya penyelesaian yang tidak memperkeruh keadaan. Ia mengingatkan agar persepsi publik tidak hanya dibentuk oleh kelompok tertentu yang mengklaim mewakili seluruh anggota.

Di lokasi yang sama, kuasa hukum BLN, Mohammad Sofyan, bersama jajaran pengurus baru hadir menemui massa. Ia menjelaskan bahwa proses pengembalian dana kepada anggota telah mulai dilakukan secara bertahap.

Dalam penjelasannya, sejumlah anggota telah menerima pembayaran dalam beberapa pekan terakhir. Informasi tersebut disambut positif oleh peserta aksi yang berharap proses tersebut dapat terus berjalan hingga seluruh kewajiban terpenuhi.

Selain itu, massa aksi menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam penanganan kasus. Mereka meminta aparat penegak hukum mengedepankan prinsip keadilan restoratif dan menghindari langkah-langkah yang berpotensi menghambat proses pengembalian dana.

Pihak kepolisian pun menerima perwakilan massa untuk berdialog secara langsung. Pertemuan ini dinilai sebagai langkah awal dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka guna menemukan solusi yang mengakomodasi semua pihak.

SAK BLN juga menyinggung hasil Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi III DPR RI yang sebelumnya digelar. Mereka menilai forum tersebut belum sepenuhnya mencerminkan keseluruhan suara anggota, sehingga diperlukan ruang yang lebih inklusif dalam menyampaikan aspirasi.

Melalui aksi damai ini, para anggota berharap penyelesaian persoalan BLN dapat dilakukan secara transparan, berkeadilan, serta berfokus pada pemulihan hak anggota secara menyeluruh.(red)

 

Hayo mau copy paste ya?