Apel Pergeseran Pasukan Pengaman TPS Dalam Rangka Operasi Mantap Brata Manumbing Tahun 2024

Belitung Timur – detikperistiwa.co.id
Giat acara operasi mantap Brata Manumbing 2024 dihadiri tamu undangan Bupati Belitung Timur, ketua DPRD kab Belitung Timur, kepala Kejaksaan Negeri Belitung Timur, Damdim 0414 (perwakilan, ketua KPU. kab Belitung Timur, ketua Bawaslu Belitung Timur, pejabat utaman Polres Bekitung Timur, dan peserta apel, dia lapangan apel Polres Bekitung Timur. Senin(12/02/2024)

Apel pergeseran pasukan PAM TPS ini merupakan representasi dari kesiapan kita atas tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan oleh negara dan seluruh rakyat Indonisia Kususnya masyarakat di kab.Belitung Timur.

Pemilu merupakan agenda Nasional dari perjalanan demokrasi di Indonesia, sebagai proses dari sistem politik demokrasi di Indonesia, yang harus disikapi dengan kedewasaan dan kematangan berfikir serta bertindak dalam menghadapi setiap tahapan proses yang berjalan dengan sikap yang demikian maka demokrasi sebagai sebuah sistem politik akan dapat berjalan efektif dalam pengelolaan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, sejahtera.

Lebih lanjut Kapolres Belitung Timur AKBP Arif mengatakan, kegiatan ini untuk mengecek kesiapan Sarpras dan kendaraan, kesehatan dan fisik personel yang terlibat dalam pengamanan di TPS juga menjadi prioritas sehingga dalam pelaksanaan pengamanan di TPS nanti, seluruh anggota dalam keadaan siap, tanpa ada kekurangan apapun baik Surpras maupun perlengkapan yang dibawa. Tutur AKBP Arif.
Sementara itu AKBP Arif berharap, kepada personel pengamanan TPS merupakan ujung tombak dan garda terdepan Polri, yang memikul beban dan tanggung jawab dalam pengamanan tahapan pemungutan suara. Permasalahan yang terjadi di TPS disalah satu bisa memberikan efek domino, berdampak luas sampai ketingkat MK (Mahkamah Konstitusi).
Oleh karena itu, tingkat kesigapan, naluri dan insting rekan semua agar diasah untuk memastikan pengamanan di TPS nanti aman dan kundusif.kepada peserta apel saya mengingatkan rekan rekan untuk mengantisipasi petensi ancaman dan kerawanan yang mungkin akan terjadi pada saat tahapan pemungutan suara, yaitu adanya aksi ancaman, teror dan intimidasi kapada petugas TPS dan pemilih yang hendak menuju ke TPS dan juga adanya juga oknum yang memaksakan hak untuk memilih, sedangkan yang bersangkutan tidak memilik jah pilih.
Selanjutnya ada provokasi dari oknum tertentu yang mengacaukan dan menggagalkan jalannya pemungutan suara tersebut, disamong itu apabila terjadi permasalahan, diharapkan personel seludah harus mengetahui tugas dan peranannya, mengetahui langkah yang boleh dan tidak boleh dilakukan seta melaporkan segala permasalahan secara berjenjang kepada pimpinan personel PAM TPS agar mengenali dan berkoordinasi dengan petugas lain yang terlibat di TPS, hal itu diharapkan dapat memudahkan penanganan apabila terjadi permasalahan, dimikian harapan saya, kata AKBP Arif.ptysht


