Aceh Tengah – detikperistiwa.co.id
Personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodim 0106/Aceh Tengah bersama prajurit Yonif TP 854/DK dan masyarakat melakukan pembersihan fasilitas pendidikan SMP Negeri 26 Takengon yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, pada Rabu (11/2/2026) pagi.
Kegiatan tersebut difokuskan pada pembersihan material lumpur yang menimbun enam gedung sekolah dengan total 10 ruangan, menyusul bencana banjir bandang yang melanda wilayah setempat. Lumpur setinggi lutut orang dewasa menutupi dinding dan lantai bangunan, sehingga menghambat aktivitas belajar-mengajar serta mengancam kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah.
Enam gedung yang terdampak meliputi satu gedung dewan guru dengan tiga ruangan, satu gedung berisi tiga ruang kelas siswa, satu gedung perpustakaan, satu gedung mess sekolah, serta dua gedung rumah dinas guru yang terdiri dari empat unit. Pembersihan dilakukan dengan menyapu, mengeruk lumpur, dan membersihkan dinding bangunan dari sisa material banjir.
Personel yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari dua anggota Kodim 0106/Aceh Tengah, yakni Serma Eka Pralaga dan Koptu Amirul Mukminin, serta 20 personel Yonif TP 854/DK yang dipimpin oleh Sertu Oein Zulkarnain. Selain itu, empat warga setempat turut bergotong royong membantu proses pembersihan di lingkungan sekolah.
Hingga Rabu siang, progres pembersihan dilaporkan telah mencapai sekitar 79 persen. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sarana pendidikan agar kegiatan belajar mengajar di SMPN 26 Takengon dapat kembali berjalan normal setelah sebelumnya terhenti akibat bencana.
Menurut keterangan petugas di lapangan, kegiatan pembersihan dilakukan sebagai bagian dari respon tanggap darurat pascabencana untuk memulihkan fasilitas umum yang terdampak, khususnya sektor pendidikan. Sekolah menjadi prioritas agar siswa tidak terlalu lama kehilangan waktu belajar.
Namun, dalam pelaksanaannya, tim menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan peralatan pembersih. Petugas kekurangan alat bantu berupa sikat besar dan mesin semprot air bertekanan tinggi untuk membersihkan sisa lumpur yang menempel di dinding gedung.
Satgas Gulbencal berharap adanya dukungan tambahan peralatan dari instansi terkait maupun pihak lain agar proses pembersihan dapat diselesaikan lebih cepat dan optimal. Dengan rampungnya pembersihan, fasilitas sekolah di Desa Reje Payung diharapkan kembali layak digunakan serta aman bagi guru dan siswa.(#)


