Aceh Tengah – detikperistiwa.co.id
Personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) melaksanakan pembersihan lanjutan material banjir dan tanah longsor di jalan penghubung Kampung Telege Atu, Kecamatan Kebayakan, menuju Kampung Ratawali, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten , pada Senin, 16 Februari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan untuk memulihkan akses transportasi warga yang tertutup material longsor setebal sekitar satu meter di kawasan Dusun Tajuran, Redines.
Pembersihan difokuskan pada ruas jalan yang terdampak banjir dan longsor dengan panjang timbunan material mencapai sekitar 150 meter. Material berupa tanah, lumpur, dan sisa bebatuan menutup badan jalan sehingga menghambat mobilitas warga antar-kecamatan. Akses tersebut merupakan jalur vital penghubung aktivitas ekonomi, distribusi logistik, serta pelayanan sosial masyarakat setempat.
Komandan lapangan dari Satgas Gulbencal, Pelda Muhadisin, memimpin langsung kegiatan bersama delapan personel. Tim bekerja secara manual menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan gerobak dorong untuk menyingkirkan material longsor dari badan jalan. Keterbatasan alat berat membuat pengerjaan dilakukan bertahap dengan mengutamakan keselamatan personel.
Hingga pukul 12.30 WIB, hasil pembersihan telah mencapai sepanjang 80 meter dari total timbunan material. Progres pekerjaan dilaporkan telah menyentuh 76 persen. Satgas menargetkan sisa material dapat segera dibersihkan agar jalan kembali dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat secara terbatas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya tanggap darurat pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah perbukitan di Kabupaten Aceh Tengah. Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu longsoran di sejumlah titik rawan, termasuk kawasan Redines yang memiliki kontur tanah labil dan rawan pergerakan.
Selain memulihkan akses jalan, pembersihan juga bertujuan mencegah risiko kecelakaan bagi pengguna jalan serta mengurangi potensi longsor susulan akibat sisa material yang menumpuk di badan dan bahu jalan. Satgas mengimbau warga agar tetap berhati-hati melintas di lokasi pekerjaan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Pemerintah daerah setempat berkoordinasi dengan unsur TNI dan relawan kebencanaan untuk mempercepat penanganan dampak bencana. Apabila diperlukan, dukungan alat berat akan diupayakan guna mempercepat normalisasi akses, terutama pada titik-titik dengan timbunan material tebal.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman dan lancar. Satgas Gulbencal memastikan pembersihan lanjutan akan terus dilakukan hingga seluruh material longsor tersingkir dan akses penghubung Telege Atu–Ratawali kembali pulih sepenuhnya, sehingga aktivitas warga dapat berjalan normal kembali.(#)


