
Hari ini keluarga besar Media Warta Kencana kehilangan sosok yang sangat baik. Beliau adalah anggota sekaligus bendahara yang telah banyak memberikan dedikasi dan kebaikan bagi kita semua.
Beliau telah berpulang dalam usia 53 tahun, pada hari Kamis, 26 Maret 2026 pukul 21.00 di RS Sultan Agung.
Jenazah disemayamkan di rumah duka: Jl. Murti Daka 396, RT 11/RW 15, Muktiharjo Indah, Semarang.
Rencana pemakaman akan dilaksanakan pada: Hari Jumat, 27 Maret 2026 Pukul 12.30 WIB Di pemakaman umum Stembok Gajah, Semarang.
Kiranya Tuhan memberikan penghiburan, kekuatan, dan damai sejahtera bagi keluarga yang ditinggalkan.
Selamat jalan, jasa dan kebaikanmu akan selalu kami kenang😭🙏
Semarang Jawa Tengah.27.Mmaret.2026
Kehilangan Sosok Pengabdi yang Tulus di Dunia Media
Kehilangan adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan hidup manusia. Namun, ada kehilangan yang terasa begitu dalam, terutama ketika sosok yang berpulang adalah pribadi yang selama ini hadir bukan hanya sebagai rekan kerja, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar yang penuh arti.
Kepergian almarhum pada Kamis malam, 26 Maret 2026, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Media Warta Kencana dan seluruh insan yang pernah mengenalnya. Dalam usia 53 tahun, beliau telah menorehkan jejak pengabdian yang tidak sederhana. Sebagai anggota sekaligus bendahara, beliau bukan hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menghadirkan keteladanan dalam tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian.
Di tengah dinamika dunia media yang serba cepat dan penuh tekanan, sosok seperti almarhum menjadi penyeimbang. Ia adalah figur yang tidak banyak bicara, tetapi bekerja dengan nyata. Dedikasinya bukan sekadar formalitas jabatan, melainkan wujud komitmen terhadap amanah yang diemban. Hal-hal seperti inilah yang sering kali baru benar-benar terasa nilainya ketika sosok tersebut telah tiada.
Duka ini bukan hanya milik keluarga inti, tetapi juga milik komunitas yang lebih luas. Rekan-rekan kerja kehilangan sahabat, organisasi kehilangan pilar, dan dunia media kehilangan pribadi yang tulus dalam pengabdiannya. Namun demikian, setiap kepergian juga membawa pesan—bahwa hidup yang bermakna bukan diukur dari lamanya waktu, melainkan dari seberapa besar kebaikan yang ditinggalkan.
Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menghargai setiap peran, sekecil apa pun, dalam sebuah organisasi. Karena sering kali, kekuatan sejati sebuah komunitas justru terletak pada orang-orang yang bekerja dengan senyap namun konsisten.
Kini, yang tersisa adalah doa dan kenangan. Kiranya keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, serta penghiburan dalam menghadapi masa sulit ini. Dan bagi kita yang masih melanjutkan perjalanan, semoga nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan almarhum dapat terus hidup dan menjadi inspirasi.
Selamat jalan, pengabdi yang tulus. Jasa dan kebaikanmu akan selalu dikenang, tidak hanya dalam ingatan, tetapi juga dalam setiap langkah yang kami lanjutkan.
Kalau mau, saya bisa buatkan versi yang lebih formal, lebih singkat, atau versi berita straight news juga.
Sumber: insan Pers jawatengah
Editorial : Mujihartono
Oleh : Tim Detikperistiwa.co.id


