Bireuen – detikperistiwa.co.id
Sumardi, seorang pria berusia 54 tahun dari Geulanggang Kulam, Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Aceh, telah berjuang selama 15 tahun untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi keluarganya. Tinggal di sebuah kios sempit milik mertuanya, Sumardi dan keluarganya kini memohon bantuan pemerintah untuk mendapatkan rumah yang lebih layak. Aceh 26 Juni 2024
Sumardi dan keluarganya telah bertahan hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Kios yang awalnya dimaksudkan sebagai tempat usaha kini menjadi tempat tinggal mereka. Dengan bertambahnya anak-anak mereka, yang kini berjumlah empat orang, ruang di kios itu semakin tidak memadai. “Kios ini sangat sempit, kami tidak punya ruang yang cukup untuk bergerak, apalagi untuk anak-anak belajar dan bermain,” ujar Sumardi dengan mata berkaca-kaca.
Kondisi ekonomi yang terbatas membuat Sumardi tidak mampu membangun atau membeli rumah sendiri. Meskipun telah berusaha keras dengan mencari pekerjaan tambahan, penghasilan yang didapatnya masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari, apalagi untuk membangun rumah. “Setiap hari kami harus bergulat dengan ruang yang sempit dan kondisi yang tidak nyaman. Kami benar-benar membutuhkan rumah yang layak. Hidup di kios ini sudah tidak memungkinkan lagi, terutama untuk masa depan anak-anak kami,” tambahnya dengan nada sedih.
Permohonan bantuan rumah yang diajukan Sumardi ke berbagai instansi pemerintah sejauh ini belum membuahkan hasil. Tetangga dan warga sekitar yang prihatin dengan kondisi keluarga Sumardi berharap pemerintah segera turun tangan. “Kami sangat berharap pemerintah bisa mendengar dan membantu Pak Sumardi mendapatkan rumah bantuan. Situasi ini benar-benar menyedihkan dan memerlukan perhatian segera,” kata seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya.
Di tengah himpitan ekonomi, Sumardi terus memupuk harapan bahwa pemerintah, baik dari tingkat daerah maupun pusat, akan memberikan bantuan yang mereka butuhkan. Namun, harapan tersebut tampaknya tidak disambut dengan tindakan nyata dari pemerintah desa setempat, yang hingga kini belum memberikan perhatian yang memadai. “Kami sudah begitu lama menunggu, tapi perhatian dari pemerintah desa sepertinya tidak ada. Kami hanya bisa berharap dan berdoa agar ada keajaiban,” ujar Sumardi.
Masyarakat Geulanggang Kulam juga menyoroti pentingnya keadilan dalam penyaluran bantuan perumahan. Mereka berharap pemerintah dapat lebih aktif dalam memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran, terutama bagi warga yang benar-benar membutuhkan seperti keluarga Sumardi. “Kisah Sumardi adalah contoh nyata betapa pentingnya perhatian dan bantuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup warga yang membutuhkan,” ujar seorang warga setempat.
Dengan bantuan yang tepat, Sumardi dan keluarganya berharap dapat segera memiliki rumah yang layak huni, yang tidak hanya memberikan kenyamanan tetapi juga keamanan dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka. “Kami hanya ingin tempat tinggal yang layak, tempat di mana anak-anak kami bisa tumbuh dengan baik dan meraih masa depan yang cerah,” tutup Sumardi dengan harapan besar.
Kisah Sumardi mengingatkan kita semua akan pentingnya solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Bantuan dan perhatian dari pemerintah serta masyarakat diharapkan dapat mengubah hidup keluarga ini menjadi lebih baik, memberikan mereka kesempatan untuk hidup dalam lingkungan yang lebih sehat dan layak.
Arizal Mahdi detik peristiwa


