BIREUEN – detikperistiwa.co.id
Bupati Bireuen, Mukhlis, menegaskan bahwa dirinya tidak ingin masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi Siklon Tahap II terlalu lama berada dalam kondisi sulit. Pemulihan rumah warga, katanya, harus berjalan cepat dan tuntas.
Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan penyerahan bantuan perbaikan rumah rusak yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Bireuen, tahun 2026. Di hadapan para korban banjir yang menerima bantuan simbolis, Bupati Mukhlis menyatakan komitmennya untuk mengawal langsung proses rehabilitasi di lapangan.
“Ini bukan sekadar bantuan. Ini tanggung jawab kita untuk memastikan masyarakat kembali memiliki tempat tinggal yang layak,” tegasnya.
Bantuan diberikan dalam tiga kategori kerusakan, yakni rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Pemerintah Kabupaten Bireuen memastikan proses verifikasi dan realisasi bantuan dilakukan secara cermat agar tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, serta Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fath), yang bersama-sama menyerahkan bantuan secara simbolis kepada penerima.
Bagi Bupati Mukhlis, pemulihan pascabencana bukan hanya soal membangun kembali rumah yang rusak, tetapi juga mengembalikan rasa aman dan kepercayaan masyarakat bahwa pemerintah hadir di saat paling dibutuhkan.
Kegiatan tersebut turut dirangkai dengan santunan kepada anak-anak yatim serta buka puasa bersama para tamu undangan, memperkuat semangat kebersamaan dalam proses bangkit dari bencana.
Dengan komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Bireuen menegaskan bahwa pemulihan harus selesai dengan hasil nyata—rumah berdiri kembali dan kehidupan masyarakat kembali berjalan normal.
(Erna)


