Aceh Utara – detikperistiwa.co.id
Komitmen terhadap pemulihan lingkungan pasca banjir kembali ditunjukkan Mahasiswa KKN Relawan Teknik Industri Universitas Malikussaleh Kelompok 3 melalui kegiatan penanaman 100 pohon pada 11 Februari 2026 di Gampong Paya Tukai.
Sebanyak 100 bibit pohon terdiri dari matoa, jambu Jamaika, dan ketapang ditanam di sejumlah titik strategis, mulai dari halaman rumah warga, halaman sekolah, hingga area depan kuburan desa. Penanaman dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah banjir berulang serta mengurangi abrasi tanah yang berlebihan.
Penanggung Jawab Program Penanaman Pohon, Faris Al Zhafran, menyampaikan bahwa penghijauan merupakan investasi ekologis jangka panjang bagi desa.
“Pohon memiliki peran penting dalam menjaga struktur tanah dan menyerap air. Melalui penanaman ini, kami ingin membantu menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan mengurangi risiko bencana di masa depan,” ujarnya.
Kegiatan ini turut melibatkan aparat desa dan masyarakat sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Geuchik Gampong Paya Tukai menyatakan bahwa pihak desa akan mengelola dan merawat pohon-pohon yang telah ditanam.
“Kami berkomitmen untuk menjaga dan merawat pohon ini bersama masyarakat. Semoga ke depan manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi berikutnya,” tuturnya.
Penanaman pohon ini tidak hanya menjadi simbol pemulihan pasca bencana, tetapi juga wujud kepedulian bersama dalam membangun desa yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan.
(Y)


