Terlalu Kritis Merendahkan Wibawa Pemda, Media Jabejabe Dilaporkan Tiga Orang Tak dikenal
Detikprristiwa.co.id
Belitung Timur – Media online Jabejabe Pikiran Rakyat dilaporkan oleh tiga orang tak dikenal ke kantor pusat Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) dan Dewan Pers. Laporan yang dikirim pada 15 Juli 2025 tersebut berasal dari Belitung Timur dan berisi tuduhan bahwa media tersebut terlalu kritis serta dianggap lmerendahkan wibawa pemerintah daerah.
Tiga orang pelapor diketahui berinisial AK, RJ, dan RA. Namun hingga saat ini, identitas lengkap maupun afiliasi ketiganya belum diketahui secara jelas.
Menanggapi laporan tersebut, Pemimpin Redaksi Jabejabe Pikiran Rakyat, Subrata, menyatakan bahwa ia telah mengunjungi kantor pusat PRMN untuk menanyakan laporan tersebut.
“Beberapa hari lalu saya sudah ke kantor pusat dan berkoordinasi dengan pimpinan redaksi PRMN. Pihak PRMN menilai banyak kekeliruan dalam laporan tersebut,” ujar Subrata pada Kamis, 21 Agustus 2025.
Subrata juga menyampaikan bahwa dirinya tidak mengenal ketiga inisial pelapor tersebut. Ia menyebut ada point dalam laporan tersebut bahwa pelapor dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan mereka terhadap peran Hotline Jabejabe, program yang selama ini dianggap membantu masyarakat namun dinilai oleh pihak pelapor sebagai gangguan terhadap roda pemerintahan.
“Karena laporan itu berasal dari Belitung Timur, mungkin kalau ketemu orangnya saya kenal. Tapi terus terang saya tidak mengenal ketiga inisial itu,” tambahnya.
“Kami sudah bertemu dengan pimred PMRN untuk berkoordinasi dan PR sebagai perusahan induk menyatakan siap apabila menerima putusan dewan pers mengenai hak jawab, namun sudah 37 hari setelah laporan itu dimuat belum ada tanggapan dari dewan pers,” sebutnya.
Subrata menjelaskan bahwa pada 19 juli 2025 juga ada media di Babel yang dilaporkan ke Dewan Pers.
“Ada juga media yang dilaporkan tanggal 19 Juli 2025, namun tanggal 30 Juli 2025 putusan untuk hak jawab dari Dewan Pers sudah keluar, akan tetapi untuk media kami sepertinya belum ada tanggapan hingga hari ini,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dikirim melalui aplikasi pesan WhatsApp terkait laporan tersebut.***
Dilansir dari berita Megia Jabe-Jabe